17 Pasangan Nikah di Wall Climbing Pertama di Dunia Peringati HUT RI ke 74


Situasi saat nikah bareng di Wall Climbing UMMagelang. Foto : Dewi Ratih/waktoe.com

Situasi saat nikah bareng di Wall Climbing UMMagelang. Foto : Dewi Ratih/waktoe.com

Waktoe.co. - Fenomena sekarang dan terbaru di dunia adalah terjadinya krisis kemanusiaan yang terjadi di mana-mana, khususnya negeri kita yang baru dilanda kurangnya rasa kebangsaan, ditambah maraknya berita Hoax. Dimana jumlah warga miskin, dari hari ke hari semakin meningkat, apalagi sekarang berkembang budaya gaya hidup bebas tanpa ikatan. 

Sampai sekarang pun masih banyak yang belum sadar akan pentingnya suatu ikatan pernikahan. Padahal melalui pernikahan dapat tertanam rasa kebangsaan untuk cinta terhadap NKRI sekaligus mensyukuri kemerdekaan yang diimplementasikan, diamalkan dan dipraktikan langsung  dalam kehidupan sehari-hari. 

Seperti yang sedang terjadi hari ini, Selasa 6 Agustus 2019 di Kampus 2 UMMagelang kurang lebih 1000 orang berkumpul dalam rangka memperingati HUT RI ke - 74 dan Milad ke - 55 Universitas Muhammadiyah Magelang dengan gelaran Nikah Bareng Agustusan bertema Merajut Cinta di 74 Tahun Indonesia Merdeka. Dengan penyelenggara IKA  (Ikatan Keluarga Alumni ) UMMagelang, kerja bareng FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon Bantul DIY, UMMagelang, Paguyuban Rias HARPI Melati Magelang, DG organizer didukung BPD Jateng, Hotel Atria, BPC PHRI Kota Magelang beserta beberapa pihak.

Nikah bareng ini bersifat terbuka umum dan gratis serta mendapatkan full fasilitas dari biaya nikah, mahar, ijab unik, bingkisan pengantin, cincin kawin, dekorasi, busana, rias pengantin, dokumentasi, buku tabungan, resepsi kerakyatan sampai bulan madu di hotel berbintang di Magelang demikian kata Drs. Isa Ashari, MM ( Ketua IKA UMMagelang). 

"Tujuan dari kegiatan Nikah Bareng Agustusan ini adalah untuk mewujudnya pasangan sakinah sejahtera membawa kedamaian dan keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat berPancasila dilandasi cinta Illahi dan juga wujud mensyukuri 74 tahun Indonesia Merdeka," ujarnya.

Dengan perbedaan yang ada ini, sambungnya sebagai perekat Persatuan Bangsa berlandaskan budaya dan kearifan lokal daerah dari tiap peserta, sehingga pernikahan ini membawa misi religi, sosial dan kebangsaan.

RM. Ryan Budi Nuryanto, SE selaku Pelaksana sekaligus Ketua Nikah Bareng Nasional menambahkan yang fenomenal pada kesempatan nikah bareng ini adalah mahar ijab qobul bendera Merah Putih dan pengucapan teks Proklamasi yang dilakukan secara bersama-sama dan nantinya proses nikah diadakan di Wall Climbing Pertama di Dunia dan beberapa spot Pertama di Dunia juga diantaranya di laboratorium farmasi, studio radio, crane otomotif. 

"Ijab qobul adalah janji suci kepada Allah SWT yang dimana selain dia berjanji untuk membina rumah tangga dengan istrinya dia juga berjanji akan mengisi kemerdekaan  didalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prosesi diawali dengan kirab 17 manten bareng sebagai cucuk lampah menwa dan perias HARPI Magelang dilanjutkan prosesi melepaskan balon warna warni disertai tulisan cita-cita manten dan 55 burung emprit sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan bebas status kejombloan," terang Ryan.

Acara dibuka oleh Rektor UMMagelang Ir Eko Muh Widodo MT dan Ijab Qobul dipandu Kepala KUA Mertoyudan Mustaqim, S.H.I. dengan kutbah nikah Dandim 0705 / Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono, S.IP dan do’a dibacakan oleh Kepala Kemenag Magelang Drs. H. Mad Sabitul Wafa dengan saksi - saksi nikah, Waka Polres Kabupaten dan Kota Magelang, PDM Kota dan PCNU Kota Magelang dan PDM Kabupaten dan PCNU Kabupaten Magelang. 

Pemberian mahar bendera merah putih dan pembacaan teks Proklamasi dibaca serentak oleh 17 calon pengantin pria dan ketika prosesi ijab qobul di Wall Climbing posisi pengantin, penghulu dan 2 saksi memanjat wall climbing dimana tetap harus cantik dan safety. Pada kesempatan ini ada 17 pasang manten yang berasal dari berbagai daerah seperti, Magelang, Sragen, Jogja, Semarang dan Kalimantan yang mengikuti prosesi tersebut dan ada 2 pasang pengantin hasil dari ajang Golek Garwo (cari jodoh) yang digelar sebelum acara Nikah Bareng. "Dan Alhamdulillah ini hasil perjodohan yang ke 7950 pasang," pungkas Ryan.