Ada Apa Dengan Vidiotrone Dibukit Menderang, ini Penampakannya


Vidiotrone di jl Imam Bonjol Tanjung Jabung Timur. Waktoe/Ihsan

Vidiotrone di jl Imam Bonjol Tanjung Jabung Timur. Waktoe/Ihsan

JAMBI - Pemerintah Tanjung Jabung Timur dalam rangka mempercepat transformasi informasi untuk masyarakat, salah satunya dengan pemasangan vidiotrone di simpang empat jalan imam bonjol, bukit Menderang, komplek perkantoran pemda. Tanjab Timur, 28 Juni.

Simpang empat ini tergolong lalulintasnya cukup ramai maka itulah yang menjadi pertimbangan pemasangan vidiotrone oleh pemerintah.

Namun alih alih vidiotrone yang menampilkan informasi-informasi pemerintah ini dapat terbaca oleh warga pengguna jalan yang melintas di simpang empat bukit menderang. Untuk sedikit menoleh saja pengguna jalan takut karena harus waspada saat belok ataupun lurus.

Hal ini disebabkan lampu traffic light (lampu pengatur lalulintas, red) tak berfungsi.

Lampu pengatur jalan belum sepenuhnya ditaati oleh pengguna jalan, masih banyak mereka yang menerobosnya.

Dachi, warga setempat mengatakan keberadaan vidiotrone belum ada asas manfaatnya, karena orang tak lagi berani membaca isi konten vidiotrone tersebut, bisa bisa disambar motor atau mobil karena di persimpangan.

"Lampu jalan kan gak berfungsi, macam mana mereka mau baca. Kecuali kalau berhenti mereka bisa baca tuh isi konten yang ada", jelasnya.

Jadi, pembangunan vidiotrone ini pemborosan dan menurut saya bukan menjadi skala prioritas. Atau pengaturan jalan difungsikan, lalulintas aman, vidiotrone terbaca.

Diketahui, nilai proyek pembangunan vidiotrone di Tanjung Jabung Timur, provinsi Jambi ini menelan biaya tidak kurang dari Rp. 400 jutaan.