Antisipasi Covid-19, Pemda Tanjab Timur Lakukan Ini


Konfrensi pers pencegahan covid 19 pemda Tanjab Timur

Konfrensi pers pencegahan covid 19 pemda Tanjab Timur

JAMBI - Dilatarbelakangi berita hoax di Medsos adanya warga Tanjab Timur yang terpapar virus Korona,  yang juga disebut Corona Virus Disease (Covid-19) beberapa waktu yang lalu Pemda Tanjab Timur akhirnya lakukan press conferens (13/3). Tanjab Timur 17 Maret.

Pemda Tanjab Timur menyikapi penyebaran virus korona yang disampaikan dalam press conferens, yang dipimpin sekda Sapril. Dalam kesempatan tersebut Sapril menjelaskan antisipasi pencegahan covid 19 sudah dimulai Januari dimana dinas kesehatan sudah mengeluarkan  surat bernomor 443,  edaran ke puskesmas  terkait hal hal yang perlu dilakukan dalam antisipasi virus korona. Di Maret pun bupati juga mengeluarkan himbauan antisipasi covid -19, agar masyarakat hidup sehat dan bagaimana antisipasi dini.

Sekda Sapril menjelaskan, Tanjab Timur  yang menjadi perhatian  adanya  aktivitas tenaga bongkar muat dari kapal luar negeri dan ada dua pelabuhan di Nipah Panjang dan pelabuhan Muara Sabak  Samudera/pelindo II. Disini ada keluar masuk kapal dari luar negeri.

Maka pemerintah dalam rangka mengantisipasi covid-19, antisipasinya fokus di TKBM kapal asing yang masuk di 2 pelabuhan baik di Muara Sabak maupun di pelabuhan Nipah Panjang.

Dari laporan Syahbandar KSOP dimulai dari Januari terdapat keluar masuk kapal asing diantaranya 18 kapal dari Singapura dengan  ABK 143 orang,  Malaysia 17 kapal terdapat 127 Abk, Thailand 2 kapal dengan  39 ABK, Banglades 1 kapal dengan 26 ABK, jadi  jumlah total kapal asing yang masuk ke Tanjab Timur 39 kapal dengan total 354 ABK.

Dibulan Februari terdapat kapal  dari Singapura 14 kapal 132 ABK, Malaysia 6 kapal 35 Abk, Thailand  2 kapal dengan 35 Abk dan dari Cina 1kapal   24 ABK, total 23 kapal dengan  223 Abk.

Standar Operational Prosedure (SOP) Syahbandar bahwa kapal masuk sebelun aktifitas bongkar muat, pihak KKP/ imigrasi, bea cukai mendatangi  kapal yang  sandar di ambang luar untuk dicek terlebih dahulu.

Pihak terkait ditekankan dipengecekan ke Crew kapal, setelah clear and clean pengecekan yang dilakukan petugas dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP) baru diikuti pihak lain seperti bea cukai dan imigrasi.

Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memiliki peraranan  yang cukup penting dalam pencegahan covid 19, karena pintu masuk orang asing atau yang dimungkinkan terpapar hanya dari sisi laut. KKP yang dibekali dengan alat  deteksi suhu 4 unit, baju robot 18 unit, alat test HIV, alkohol, DB, malaria 100 set, rapid test 200 set dan alat lainnya.

Kekhawatiran masyarakat yang tergabung dalam TKBM, dalam pelaksanaan kerja mereka sudah dilakukan sosialisasi dan pemahaman, tugas mereka disiapkan masker dari dinas Kesehatan, untuk antisipasi covid 19.


PENGECEKAN KAPAL DILAKUKAN (BENDERA KUNING) TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERSANDAR DI 2 MIL DARI PELABUHAN UNTUK DIKARANTINA DAN DILAKUKAN CEK MEDIS DAN DIIKUTI CEK KE PABEANAN OLEH IMIGRASI DAN BEA CUKAI


Dijelaskan oleh petugas  KKP Muara Sabak mengawasi seluruh kapal baik dari dalam maupun dari luar negeri, sesuai regulasi harus di karantina di ambang luar, 2 mil dari jarak pelabuhan jadi jika dihitung  2 jam perjalanan, dan dibuktikan dengan bendera kuning.

Petugas Karantina lakukan screning crew kapal  sanitasi dan bebas fektor, tidak boleh ada satu kecoak pun. Crew dilakukan medical cek up, setelah bebas maka baru boleh pihak imigrasi, bea cukai untuk masuk melakukan pengecekan administrasi.

"Masyarakat Tanjung Jabung Timur jangan resah, karena aman, karena kapal sebelum jalan juga di karantina 14 hari dan setelah itu baru boleh berlayar. Dengan dasar itu kita ketahui mereka aman, tetapi kita juga memeriksa setelah bebas", jelas petugas KKP.

Masih disampaikan oleh petugas KKP, terkait TKBM sebetulnya bukan dibawah kewenangan kami,  tetapi 90 TKBM sudah kita periksa per 6 bulan. Terkait penyebaran covid 19, kita kerjasama dengan KSOP dan Pemerintah untuk cek kesehatan sebelum naik kapal untuk bongkar muat.

"Sampai sekarang belum ada penemuan pemaparan terkait covid-19 di Tanjab Timur", ungkapnya KKP

Saat disinggung keberadaan pelabuhan tikus di Tanjab Timur,  bahwa di Tanjab Timur tidak ada pelabuhan tikus, jadi hanya pelabuhan tradisional hanya pelabuhan untuk hasil bumi.

Protap Pencegahan, dan  Skema evakuasi

Didampingi pejabat lintas sektoral mulai dari Dishub, Dinkes, Syah Bandar, Rumah sakit Nurdin Hamzah, Polair Polres Tanjab Timur,  sekda Sapril mengungkapkan berbagai upaya termasuk memberikan masker ke tenaga kerja bongkar muat yang bekerja di kapal-kapal Asing yang datang ke Tanjab Timur.

Sementara, Nasrul F direktur RSU Nurdin Hamzah menyatakan bahwa karyawan Petrochina yang di hembuskan di Medsos terpapar covid-19 adalah tidak benar.

Karyawan ini kan jemput di bandara, nah saat itu terdeteksi suhu tubuh tinggi, maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, hasilnya, hanya karena sakit radang tenggorokan.

"Karyawan petrochina  terdeteksi sakit radang tenggorokan dan diminta istirahat 14 hari dirumah", jelas Nasrul.

Arifuddin kepala Syah bandar pelabuhan Muara Sabak menyampaikan kapal beroute didalam negeri tidak menggunakan sistim Karantina seperti kapal dari luar.

Hendry sekdis Kesehatan, menjelaskan bagaimana menyiagakan petugas yang mengerti dan sosialisasi  kemasyarakat bagaimana hidup sehat menjadi hal yang sangat penting.

Masker kita siapkan untuk TKBM bisa kita cover, yang lebih prioritas insya Allah akan kita jamin, namun untuk masyarakat tidak mungkin. Yang terpenting bagaimana mendeteksi dini.

Lebih lanjut jika terindikasi, maka protapnya kita sudah sampaikan ke puskesmas dan rumah sakit Nurdin Hamzah ke RS rujukan.

"Laboratorium Balitbangkes Jakarta menjadi satu satunya yang memiliki kewenangan untuk menyatakan terkait terpapar  atau suspect virus korona", pungkasnya