Antisipasi Virus Korona, Bupati Romi Akan Adakan Rakor


Bupati Romi Haryanto saat melihat proses produksi komposting di desa Pandan Sejahtera hasil CSR Petrochina ltd. Waktoe | Ihsan

Bupati Romi Haryanto saat melihat proses produksi komposting di desa Pandan Sejahtera hasil CSR Petrochina ltd. Waktoe | Ihsan

JAMBI - Antisipasi virus Korona, terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dari pemerintah pusat hingga daerah. Antisipasi pencegahan dilakukan dengan memonitor pintu pintu masuk, mulai dari Bandara, pelabuhan hingga pelabuhan tikus yang seringkali dipakai sebagai pintu masuk ke wilayah NKRI. Tanjung Jabung Timur, 3 Maret.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, kabupaten Tanjung Jabung Timur yang memiliki banyak pelabuhan tikus, maka bupati Romi Hariyanto dalam waktu dekat ini akan langsung memimpin rapat koordinasi dengan instansi terkait.

Hal ini disampaikan Romi Hariyanto disela sela penerimaan Manfaat dari Tanggung Jawab Sosial (CSR) Petrochina- SKK  Migas Blok Jabung Ltd.

Kepada kantor berita waktoe (3/3) Bupati Romi Haryanto sangat khawatir dengan penyebaran virus Korona, karena Tanjung Jabung Timur banyak pelabuhan tikus. Maka dalam waktu dekat akan memimpin rapat koordinasi langsung bersama kapolres dan instansi terkait untuk melakukan upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran virus korona.

"Saya akan pimpin sendiri rapat koordinasi dengan Kapolres dan Instansi  terkait guna mengantisipasi peredaran Virus Korona di wilayah Kita", ungkapnya.

Sementara Kapolres  Tanjung Jabung Timur AKBP Deden Nurhidayatullah menegaskan akan menghimbau kapolsek-kapolsek yang wilayahnya memiliki  pelabuhan baik besar maupun kecil untuk memantau keluar masuknya orang.

"Untuk antisipasi wilayah kita dalam pencegahan ,akan memerintahkan kapolsek di wil pelabuhan pelabuhan untuk berkerja sama dengan medis melakukan monitorung dan pencegahan virus korona", pungkasnya.

Dari data informasi yang dihimpun Kantor Berita Waktoe,  Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki garis pantai sepanjang 191 km dan 7 alur sungai besar dengan panjang mencapai 2.055 km untuk akses transpotasi air dimaksud telah dibangun 33 unit dermaga yang terdiri dari dermaga kontruksi besi sebanyak 17 unit, konstruksi beton sebanyak 10 unit dan dermaga kontruksi kayu sebanyak 6 unit. Namun jika dihitung secara keseluruhan kurang lebih terdapat 100 dermaga dengan kondisi baik 31 dermaga dan sisanya rusak.