Apelkan Tim Karhutla, Kapolres AKBP Agus DS: Kita Akan Proses PT Kaswari


Kapolres  Akbp Agus DS bersama wabup Robby Nahliansyah melakukan inspeksi alat dan personil dalam apel tim Karhutla. waktoe/ Ihsan

Kapolres Akbp Agus DS bersama wabup Robby Nahliansyah melakukan inspeksi alat dan personil dalam apel tim Karhutla. waktoe/ Ihsan

JAMBI - Kapolres Tanjab Timur AKBP Agus Dasri Sandi, Ditengah perjalanan pelaksanaan penanganan Karhutla dalam pemadaman dan pendinginan kebakaran Hutan dan Lahan, melakukan ceking Personil dan alat-alat. Tim Karhutla Tanjab Timur  menghadapi Total Hotspot  hingga 25 September tercatat 570 titik dan lahan yang terbakar 523 Ha. Upaya pemadaman dan pendinginan terbantu dengan turunnya hujan dalam 3 hari terakhir meskipun tidak berlangsung lama. Tanjab Timur, Jum'at 27 September. 

Dihalaman Mapolres Tanjab Timur unsur-unsur Tim Karhutla dari internal Kepolisian, BPBD, Damkar, dan Instansi terkait lainnya melaporkan kondisi alat dan Personilnya.

Kapolres AKBP Agus Desri Sandi  bersama wabup Robby Nahliansyah kemudian melakukan inspeksi personil berikut dengan alat alat pendukung. Meski tidak keseluruhan alat ditunjukan karena sebagian besar alat masih standbye dilokasi hotspot atau titik titik api.

Kapolres AKBP Agus DS mengatakan dalam penanganan bencana di daerah  harus ada  evaluasi.

"Maka, kali ini kita lakukan evaluasi atas kinerja yang telah kita lakukan", ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut wabup Robby Nahliansyah menyampaikan, Salah satu Korporasi dibidang perkebunan mendapat penilaian buruk oleh pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur, karena tidak pro aktif dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan. Perusahaan perkebunan itu PT Kaswari.

PT Kaswari dinilai tidak Kooperative selama ini. Hal itu disampaikan oleh 
Wabup Robby Nahliansyah.

"Kaswari tidak ada support penanganan karhutla, Saya dan Kapolres berkali kali  menghubungi, namun yang terkait tidak ada respon", ungkapnya.

Kata Wabup, Kita sudah laporkan ke Dansubsatgas Posko,  Kapolda, Dansatgas Posko, Gubernur dan instansi lainnya.

Ditambahkan Wabup, Kesadaran masyarakat  masih kurang dan kedepan akan kita sosialisasikan dan terkait donasi akan kita petakan agar kedepan lebih siap.

Pemda, secara khusus memberikan apresiasi jajaran Polri dan BPBD. Sampai sekarang masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan.

"Dalam Operasional, kita  terkendala jauhnya titik air, kurangnya SDM, dan peralatan", Ujar Wabup Robby Nahliansyah.

Kedepan kita akan petakan  yang jelas, arah yang jelas agar langkah langkah lebih tepat  dan bisa kita cegah.

"Ini (Karhutla) kejadian terakhir di wilayah kita, kedepan jangan sampai terjadi," Ungkapnya.

Kapolres AKBP Agus Desri Sandi saat ditanyakan penanganan terhadap PT Kaswari mengatakan  akan melakukan proses pendalaman.

"Didalam proses itu ada penyelidikan, penyidikan, ya.. Kita lakukan prosesnya dulu," Ujarnya.

Sementara wabup Robby dalam penanganan PT Kaswari menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

Saat disinggung tentang HGU PT Kaswari, wabup malah balik bertanya, ada HGU nya ya?

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan dari dinas Kesehatan, yang telah menyiapkan posko kesehatan,  hingga 24 september dan mendistribusikan masker 1987 bok melalui puskesmas dan OPD, 
Stock masker hingga 25 september 900 bok kali 50 pis.

Selanjutnya di wilayah karhutla juga disediakan rumah aman,  di Dendang berada rumdin camat, sedangkan di Sabak di RSU Ahmad Ripin dan lainnya.

Disampaikan juga penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan) Agustus 2241 kasus dan September 5575 kasus. 

Dalam masa kekeringan juga terjadi  penyakit diare dari 532- 578 kasus yang tersebar di  11 kecamatan.

"Obat sudah didistribusikan, terutama di HS (Hotspot), Cairan Zin dan Oralit", ungkap tim kesehatan.

Saat inspeksi alat dan personil wabup Robby Nahliansyah bersama Kapolres AKBP Agus DS menanyakan kondisi fisik hingga alat dan terlihat memberikan motivasi kepada personil yang mengikuti apel koordinasi.