AS Dinyatakan Positif Covid-19, Warga Lainnya Gusar


Salah satu petugas pos penjagaan  covid-19 di Tanjab Timur, saat bertugas sebelum dinyatakan news normal. Waktoe| foto| Ihsan Abdulah Nusantara

Salah satu petugas pos penjagaan covid-19 di Tanjab Timur, saat bertugas sebelum dinyatakan news normal. Waktoe| foto| Ihsan Abdulah Nusantara

JAMBI - Satu warga (AS) di desa Pematang Rahim kecamatan Mendahara Ulu kabupaten Tanjab Timur dinyatakan positif covid-19 berdasarkan dari hasil uji swab. Hal ini membuat gusar warga/tetangga yang pernah kontak dengan yang bersangkutan sebelum uji  swab keluar. Tanjab Timur, Senin 27 Juli.

Sapril Jurubicara tim gugus tugas covid kabupaten Tanjung Jabung Timur menyampaikan atas hasil rapid test dan Uji Swab per Senin, 27 Juli terjadi penambahan 1 orang yang dinyatakan positif. "Jadi total pasien positif berjumlah 3 orang dan dinyatakan sembuh 2 orang," Jelasnya.

Sementara untuk tambahan 2 orang warga Tanjab Timur yang dinyatakan positif atas hasil swab corona merupakan karyawan Petro China, karena yang melakukan rapid test dan uji swab pihak perusahaan bekerja sama dengan RS Siloam Jambi maka yang bersangkutan diisolasi mandiri oleh pihak perusahaan.

Sementara itu, Ernawati Kadis Kesehatan menambahkan Tim Kesehatan dari Dinas Kesehatan telah melakukan tracking ke Parit Culum - Muara Sabak Barat dan Pematang Rahim - Mendahara Ulu yang merupakan tempat tinggal kedua karyawan ini.

"Kita dapat informasi dari Petro China tadi (27/7)  terkait 2 karyawan yang dinyatakan positif covid-19, yang merupakan warga Tanjab Timur, maka kita langsung lakukan tracking di dua lokasi untuk dilakukan rapid test," Jelas Ernawati.

Ditambahkan, hari ini petugas masih dilapangan jadi hasilnya belum diketahui, langkah-langkah kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus ini.

Hal berbeda di sampaikan oleh Muslimin salah satu tim relawan covid 19 kecamatan Mendahara Ulu yang menyampaikan ke Kantor Berita Waktoe (27/7), bahwa Warga di Pematang Rahim yang positif Covid-19 ini tidak melakukan isolasi mandiri atau diisolasi oleh pihak Petro China (tempat dia bekerja, red) sebelum hasil uji swab keluar hari ini.

"Dua hari yang lalu yang bersangkutan jadi Imam di Masjid, jadi selama menunggu hasil test swab banyak kontak dengan warga lainnya," Ungkapnya.

Dan, hari ini dilakukan tracking oleh Tim Kesehatan, yang didampingi oleh tim relawan covid-19 desa Pematang  Rahim. "Kita juga akan lakukan penyemprotan desinfektan ke rumah yang bersangkutan dan masjid," Jelasnya.

Ditambahkan, banyak warga yang bertanya terkait dengan hal ini, karena yang bersangkutan sebelum keluar hasil uji swab, berada dirumah, jadi imam masjid, dan kegiatan lainnya jadi dimungkinkan banyak kontak dengan warga yang lain, mudah mudahan dengan tracking/pendataan kita bisa mengetahui, rekam jejaknya dan dilakukan pencegahan dapat cepat dilakukan.

"Kita berharap warga tetap tenang, dan berhati-hati taati protokol kesehatan," Pungkasnya.

Sementara  pihak humas Petro China, dihubungi melalui selulernya tidak merespon hingga berita ini dinaikan.