Berkat Dana Realokasi Pemkab Muaro Jambi, Rp. 94 Milyar Untuk Tangani Covid 19


Sekda m fadhil arief mewakili bupati dalam agenda rapat bersama dengan DPRD untuk pembahasan realokasi anggaran untuk penanganan covid 19

Sekda m fadhil arief mewakili bupati dalam agenda rapat bersama dengan DPRD untuk pembahasan realokasi anggaran untuk penanganan covid 19

JAMBI - Pemkab Muaro Jambi bersama DPRD telah menyepakati melakukan realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan wabah Corona virus disease (Covid-19) dalam rapat bersama. Anggaran yang akan digelontorkan pun cukup besar, totalnya mencapai Rp 94 milliar. Tanjab Timur, 9 April 2020.

"Alhamdulillah refocusing anggaran yang kita sepakati setelah melalui pembahasan sebesar Rp94 milliar untuk penanganan wabah Covid-19 ini," kata Sekda Muarojambi Moh. Fadhil Arief usai pembahasan bersama DPRD Muaro Jambi di ruang rapat gabungan Gedung DPRD Muarojambi Rabu (8/4/20).

Anggaran Rp 94 milliar tersebut kata Sekda, nantinya akan dipergunakan untuk menangani dampak penyebaran virus corona ini. Sedang prioritas penggunaanya dialokasikan untuk tiga sektor.  sektor kesehatan, ekonomi dan sosial.

Dana Rp 94 milliar ini diperoleh dari pergeseran beberapa kegiatan yang tidak mungkin dilaksanakan atau juga tidak efektif dilaksanakan selama masa tanggap darurat Corona. Kegiatan tersebut antara lain seperti perjalanan dinas dan biaya makan minum.

"Ada beberapa kegiatan yang digeser seperti kegiatan tidak mungkin efektif semisal perjalanan dinas, kegiatan kepelatihan, belanja modal ataupun keprotokolan yang tidak mungkin diselenggarakan selama masa Corona ini. Hasil i ini akan kita laporkan ke Kemenkeu dan akan dijabarkan nantinya dalam Perbup," kata Sekda.

Sekda menyebut implementasi dari realokasi anggaran ini akan secepatnya dilaksanakan. Kegiatan yang dilaksanakan dilakukan secara bertahap. Apabila dirincikan, maka tentu porsi realokasi anggaran ini sangat berfokus pada sektor kesehatan.

"Rinciannya dari Rp 94 milliar ini untuk kesehatan Rp 57 milliar, di sektor ekonomi sebesar Rp 6.6 milliar dan di sektor Sosial Rp 17.5 milliar. Tentu kesehatan dinomorsatukan karena ini berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat kita," terang Sekda.