Bupati Romi Akui Kekurangan, Tapi Tidak Mau Dianggap Gagal


Aksi unjuk rasa HMI di gedung dewan Tanjab timur

Aksi unjuk rasa HMI di gedung dewan Tanjab timur

JAMBI - Akhirnya bupati Tanjab Timur Romi Haryanto dan wabup Robby Nahliansyah menemui para pengunjuk rasa  usai acara pelantikkan pimpinan DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk diajak berdiskusi di salah satu ruang rapat DPRD (7/10). HMI cabang persiapan Tanjung Jabung Timur ditemui langsung bupati Romi dan diajak masuk kedalam ruangan rapat. Tanjab Timur, 8 Oktober.

Dalam kesempatan diskusi tersebut Romi menyatakan apa yang disampaikan HMI ada benarnya namun kalau dikatakan gagal total dalam memimpin kabupaten Tanjab Timur itu terlalu sadis.

 

Romi Hariyanto,  didampingi Wakil Bupati  Robby Nahliansyah, 3 orang pimpinan DPRD yang baru dilantik ( Mahrup, Saidina Hamzah, dan Gatot Sumarto ), Kapolres AKBP. Agus Desri Sandi  serta menghadirkan Kepala Bappeda Ali Fachrudi, Kepala Dinas PUPR Risdiansyah Kepala Kesehatan Ernawati, Direktur RS. Nurdin Hamzah Dr. Nasrul Felani, Kepala Pendidikkan Junaedi Rahmad, untuk mengklarifikasi tuntutan para mahasiswa yang tergabung di HMI.

 

Romi juga tidak menyangkal jika Kabupaten Tanjabtim dikritik sebagai Kabupaten tertinggal dari Kabupaten lainnya oleh mahasiswa.

 

" Betul memang itu adanya saat ini, kita tertinggal namun yang perlu diketahui Kabupaten kita berdirinya dimulai dari Nol. Saya saya kira saya memang perlu dikritik dan tidak masalah ". Ujar Bupati Romi.

 

 

Kata Romi, jika dibilang belum memuaskan bagi masyarakat itu benar adanya dan tidak dipungkiri karena belum merata. Akan tetapi kalau dibilang gagal total itu terlalu sadis, maka dari itu saya bertanya apa yang dianggap gagal total?

 

Terkait tuntutan Mahasiswa tidak maksimalnya beberapa program dan pelayanan umum ditanggapi Bupati Romi, mulai dari sektor Pendidikan yang dinilai mahasiswa masih banyak yang perlu dibenahi dan diperhatikan.

 

" Saya sepakat dengan tuntutan terkait pendidikan. Namun harus diketahui batasan kita Kabupaten hanya sebatas SD dan SMP, dan permasalahan pendidikan juga menjadi PR kita bersama ". Kata Bupati Romi.


Lanjut Bupati Romi tentang permasalahan asap, sampai saat ini ada satu perusahaan yang punya kewajiban kepada Pemda hampir Rp. 13 M namun belum dilakukannya perusahaan tersebut.

Baca juga:

http://waktoe.com/content/hmi-nilai-bupati-romi-haryanto-gagal-bangun-tanjab-timur

" Tidak perlu disebut perusahaan apa dan siapa, yang jelas untuk itu Pemda tidak bisa berbuat apa - apa terkait hal tersebut karena wewenang berada di Provinsi.

Kata Romi, Pemda perlu peran para mahasiswa untuk permasalahan ini.

"Jika diperlukan penandatanganan petisi 1000 tanda tangan untuk diajukan ke Gubernur Jambi terkait pencabutan izin perusahaan - perusahaan tersebut, akan saya lakukan," Tegas Romi.

Diketahui, HMI cabang persiapan Tanjab Timur melalui Jhoni Iskandar, koordinator lapangan menyampaikan 11 tuntutan terkait dengan kepemimpinan bupati Romi Haryanto dan menganggap kepemimpin Romi gagal.