Bupati Romi Hariyanto Bagikan Masker Ke Warga Sambil Ajak Puasa Tolak Balak


Pemberian masker dan alat pelindung diri yang diterima oleh camat Mendahara ulu dan kades. Waktoe | istimewa

Pemberian masker dan alat pelindung diri yang diterima oleh camat Mendahara ulu dan kades. Waktoe | istimewa

JAMBI - Langkah cepat terus dilakukan bupati Romi Hariyanto dalam penanganan pencegahan covid 19 di kabupaten Tanjung Jabung Timur, kali ini (Rabu, 1 April 2020) Bupati yang gemar memakai baju kotak kotak ini membagikan masker langsung ke desa-desa.

Sekitar pukul 08.30 WIB Bupati Romi Hariyanto tiba di desa Rantau Karya kecamatan Geragai, Di Pos Pantau perbatasan Romi, membagikan masker kepada warga dan memerintahkan Camat dan Kades agar membagikan masker ke warga masyarakat yang membutuhkan.

Romi dihadapan media menyampaikan adanya kombinasi relawan desa, PMI, Bhayangkara, TNI, Pemerintah serta seluruh Unsurn dalam penanganan pencegahN Covid 19 Insya Allah maksimal.

"Insya Allah Kamis besok (2/4), kita melakukan gerakan puasa bersama dengan tujuan  menolak balak dari Tanjab Timur," Jelas Romi.

Kata Romi, Ibu-ibu dan Bapak mau berpuasa besok?, mau..., jawab warga. Sambil masih membagikan masker dan sebagiannya diserahkan ke Camat dan Kades, Bupati Romi meninggalkan lokasi menuju  kecamatan Mendahara Ulu.

Kurang lebih hampir sama yang dilakukan bupati Romi Hariyanto,  di desa Pematang Rahim, Romi Hariyanto  menyerahkan bantuan masker dan sambil memberikan pengarahan dilanjutkan  menuju lokasi pos pantau di kelurahan Simpang Tuan untuk membagikan masker ke warga masyarakat.

Bupati Romi pun mengingatkan puasa dan sholat tahajud, pak Camat (Sarjuna) "untuk sholat tahajud dan puasa saya gak percaya sama dua kades ini," Kelakar Romi.

Agus Muardi Kades Rantau Karya kec. Geragai menyampaikan, bantuan yang di berikan bupati berupa Masker, Tangki semprot dan pelindung muka.

LIHAT VIDIO BERIKUT:

 

Eforia Relawan Covid -19, Mereka Yang Tanpa Pelindung

Eforia pembentukan relawan covid - 19 hingga ditingkat pemerintah desa tanpa dilengkapi alat pelindung diri  menjadi kontradiktif dengan SOP yang ditetapkan pemerintah itu sendiri.

Pemerintah dari pusat hingga daerah sebagai pengatur ritme perang melawan coronavirus. Ritme itu dimulai dari social distancing, physical distancing hingga muncul regulasi resmi berdasarkan UU no 6/2018  tentang Kekarantinaan kesehatan. Kemudian munculnya Peraturan Pemerintah no 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid 19 dan  KEPPRES no 11/2020 tentang Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

Opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan, pemerintah pusat hingga daerah diperintahkan satu gerak dalam mengambil keputusan sesuai regulasi yang telah ditetapkan.

Bermunculan adanya pembentukan #relawancovid-19 ditingkat desa yang hanya fisik saja tidak dilengkapi APD memadai menjadi problem tersendiri. Uniknya relawan ini dengan eforianya seringkali berkumpul dalam jumlah yang lumayan tanpa memakai pelindung.

Kejadiannya seperti pada saat Bupati Romi Hariyanto saat memberikan bantuan masker yang disambut oleh warga yang mengatasnamakan relawan, mereka bergerombol sangat dekat satu dengan yang lain tanpa alat pelindung diri (masker).


PEMERINTAH MELARANG DAN MEMBUBARKAN ACARA YANG DIHELAT WARGA TETAPI PEMERINTAH SENDIRI YANG MENGUMPULKAN WARGA BERDALIH  RELAWAN DESA


Dari Fixer yang berada dilokasi  menjelaskan banyak warga yang menyambut kedatangan bupati Romi Hariyanto, saat akan menyerahkan bantuan masker dan APD. Mereka (Warga) belum dibekali pengetahuan tentang virus corona dan pelindung diri.