Bupati Romi Larang KBM Tatap Muka, Disemua Jenjang


Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto saat peresmian perpustakaan desa Pandan Makmur kec. Geragai dari program CSR petrochina. Waktoe | dok

Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto saat peresmian perpustakaan desa Pandan Makmur kec. Geragai dari program CSR petrochina. Waktoe | dok

JAMBI - Perubahan zona hijau ke kuning, diduga menjadi alasan kuat bupati Romi Hariyanto  melarang dibukanya KBM tatap muka disatuan pendidikan dasar dan menengah serta PAUD. Tanjab Timur, Rabu 10 Agustus.

Disampaikan Junaidi Rahmad kepada Kantor Berita Waktoe (12/8), Berdasarkan siaran pers Kemendikbud,  zona hijau dan kuning diperkenankann untuk membuka sekolah atau melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, tentunya dengan standar protokol kesehatan yang ketat.

"Kita sudah ada Standart Operasional Prosedure  (SOP) Pembelajaran KBM tatap muka masa Pandemi covid 19, SK Bupati nomor 427 tahun 2020, namun kebijakan Bupati Tanjung Jabung Timur, belum mengijinkan untuk KBM tatap muka," Ungkapnya.

Ditambahkan Junaidi Rahmad,  Persiapan terus kita lakukan. Pembelajaran KBM tatap muka jika nanti diijinkan di buka mengikuti SK bupati tentang  SOP tersebut, mulai dari kapasitas rombel paling banyak 50 % dari kapasitas normal, mengikuti kurikulum darurat masa pandemi dan tidak menambah jam kerja guru.

BACA JUGA: 

​​​​http://waktoe.com/content/persiapkan-kbm-di-masa-pandemi-covid-19-junaidi-rahmat-awal-oktober-kita-mulai

Perlu diketahui, Belied surat keputusan bupati Romi Hariyanto  bernomor 427/2020 tentang SOP KBM di kabupaten Tanjab Timur terdapat poin poin utama diantaranya, meski tahun ajaran sudah diputuskan per 13 Juli 2020 namun untuk zona kuning, oranye, dan merah  tetap belajar dari rumah.

Ada beberapa ketentuan jika melaksanakan KBM tatap muka, di dalam SOP tersebut dijelaskan salah satunya harus dapat ijin dari orangtua peserta didik. Dan memiliki daftar periksa seperti toilet bersih, tempat cuci tangan, desinfektan, mampu mengakses layanan kesehatan, memakai masker dan memiliki thermogun (pengukur suhu tembak).

Dalam SOP juga dijelaskan ada masa transisi dan masa kehidupan baru. Dimana utk SMA dan SMP sederajat masa transisi paling cepat Juni 2020, untuk SD  sederajat paling cepar september 2020 dan khusus PAUD paling cepat November 2020.

Sedang standar jumlah peserta didik per kelas pun dibatasi 18 peserta didik untuk SMA, SMP sederajat, 5 peserta untuk SLB dan 3 peserta untuk PAUD.

Dalam SOP yang dikeluarkan bupati pun menyebutkan perilaku yang wajib dilaksanakan, dengan memakai masker jenis kain lapis 2-3 dan didalamnya memakai tissue dan digunakan per 4 jam.