Demo Reforma Agraria, Siti Safar Lembar "Uang" Di Gedung BPN Tanjab Timur


Aksi demo didepan BPN Tanjab Timur oleh Konsorsium Pembaharuan Agraria Jambi atas kasus kriminalisasi Thawaf Aly. Waktoe | Hidayatullah Dachi

Aksi demo didepan BPN Tanjab Timur oleh Konsorsium Pembaharuan Agraria Jambi atas kasus kriminalisasi Thawaf Aly. Waktoe | Hidayatullah Dachi

JAMBI - Aksi demo kembali dilakukan oleh Konsoraium Pembaharuan Agraria (KPA) Jambi  ke kantor Badan Pertanahan Nasional atau kantor Agrarian dan Tata Ruang kabupaten Tanjung Jabung Timur dilanjutkan di Pengadilan Negeri. Tanjab Timur 20 Februari.

Konsorsium Pembaharuan Agraria yang terdiri dari Persatuan Petani Jambi (PPJ), HAM Indonesia, Walhi mulai melakukan aksi didepan BPN mulai pukul 10.00 WIB, dilanjutkan berjalan kaki menuju gedung PN yang tidak jauh dari lokasi BPN.

KPA kembali, menyoroti kinerja BPN yang dengan mudah mengeluarkan serifikat HGU ke PT EWF, padahal salah satu persyaratannya adalah clean and clear. Namun itu oleh BPN dianggap  mengabaikan.


BPN ABAIKAN SYARAT CLEAN AND CLEAR HINGGA BERANI MENERBITKAN SERTIFIKAT HGU UNTUK PT EWF. DENGAN DASAR ITU BERAKIBAT THAWAF ALY DIKRIMINALISASI.


Berbagai tuntutan yang disampaikan oleh KPA, namun lebih fokus pada permintaan pembebasan Thawaf Aly tanpa syarat.

BACA JUGA:
http://waktoe.com/content/konflik-agraria-di-tanjab-timur-thawaf-aly-dipidanakan

Agak menarik perhatian masa saat demo di depan kantor BPN, dimana adik Thawaf Aly bersama pendemo yang lain  melempar gambar uang di halaman kantor BPN sebagai satire atas kebijakan BPN.

Siti Safar adik Thawaf Aly terlihat emosional dan melempar gambar uang sebagai simbol dan sindiran terhadap BPN yang diduga menerima suap atas terbitnya seritifikat HGU dan dengan modal itu penerima sertifikat (pt EWF) mempolisikan Thawaf Aly hingga status terdakwa dalam persidangan di PN Tanjab Timur.

Sidang kedua, Thawaf Aly dengan agenda pembelaan atas dakwaan yang disampaikan pada sidang sebelumnya.
Ada dugaan suap ke BPN, yang terus disuarakan para pendemo.

Penasehat Thawaf Aly sebelum persidangan dimulai, menyampaikan kepada kantor berita waktoe, jika majelis hakim jeli maka Thawaf Aly bisa di bebaskan. Hal ini dapat diketahui dalam berkas dakwaan dalam sidang pertama yang terlihat tumpang tindik dan tidak jelas.

"Kita menunggu putusan Majelis Hakim, agar bisa menerima berkas pembelaan kita," Ujarnya.

Hal ini sama dengan yang disuarakan para orator aksi, yang meminta PN Tanjab Timur menerima pembelaan setelah sidang sebelumnya dengan agenda sidang dakwaan.

"Kawasan zona integritas menjadi sorotan pendemo. Dan mendorong agar PN jeli dan tanpa tekanan," Seru salah satu orator.

Sekarang kita di adu domba dengan aparat hukum baik kepolisian, pengadilan, seperti kita belum merdeka, celetuh peserta demo

Orator dari Mahasiswa asal Tanjab Timur,  bahkan mencela bupati Romi Hariyanto, yang diam atas mandeknya reforma agraria di Tanjung Jabung Timur.
Sementara Rahadian Nur Humas PN, pun tidak menampik adanya kemungkinan menerima Berkas Pembelaan. "Jika pembelaan diterima bisa saja diputuskan sela, tetapi bukan kemudian perkaranya berhenti," Ungkapnya.

Kata Rahadian Nur, Ini kan belum masuk perkara persidangan karena dalam sidang kedua dengan agenda pembelaan, maka jika pembelaannya tidak diterima akan masuk ke perkara dengan menghadirkan para saksi. Jadi peradilan tetap terus berjalan hingga ada putusan.

Dalam kesempatan aksi demo, ketua PN Tanjab Timur keluar menemui para pendemo dan berbicara memakai microphon yang dipakai para orator.

Ketua PN mengatakan, mengapresiasi aksi damai dan mempersilahkan perwakilan untuk audiensi di ruang pengadilan anak. Dan selanjutnya boleh menyaksikan persidangan dengan syarat tertib dan aman.

"Silahkan perwakilan aksi untuk audiensi di ruang pengadilan anak, dan silahkan juga untuk menyaksikan jalannya persidangan asal tertib dan tidak membawa senjata tajam, " Pungkasnya.