Dewan dan Pendamping Yang Kunker Dinyatakan ODP, Wajib Isolasi Mandiri


Petugas khusus penanganan jenazah sekwan DPRD Muaro Jambi. Waktoe | istimewa

Petugas khusus penanganan jenazah sekwan DPRD Muaro Jambi. Waktoe | istimewa

JAMBI - Sehabis pulang kunker dari Yogyakarta dan Tegal  seluruh Anggota DPRD Muaro Jambi berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid 19 oleh Dinas Kesehatan kabupaten Muaro Jambi.

Hal ini disampaikan Afif Kabid P2 M (Penanganan Penyakit Menular) dinas Kesehatan kabupaten Muaro Jambi kepada media melalui selulernya.

"Seluruh anggota dewan dan pendamping yang ikut kunker kita nyatakan ODP covid 19", ungkapnya.

Hal itu ditegaskan dengan surat himbauan yang dikeluarkan Dinkes Muaro Jambi yang ditandatangai Yes Isman selaku Plt Kadinkes, terkait dengan perkembangan dengan meninggalnya Dedi Susilo (53) sekwan DPRD Muaro Jambi pada Rabu, 25 Maret 2020 dinihari.

Didalam surat himbauan tersebut disampaikan beberapa point, diantaranya agar dilakukan isolasi ketat mandiri dirumah masing masing, memakai masker 24 jam, dan komunikasi berjarak meski dengan anggota keluarga. Disamping itu,  asupan bergizi harus terjaga dan minum tablet CDR tiap hari.

Himbauan yang lain, disamping isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. Juga harus dilakukan pantauan suhu tubuh, gejala pilek, batuk dan sesak nafas. Jika ada tanda tanda tersebut (covid 19) laporkan ke Gugus depan penanganan virus korona atau dinas kesehatan.

Diketahui, Dedi Susilo (53) sekwan DPRD Muaro Jambi  dinyatakan meninggal setelah dirawat di RS Abdul Manap kota Jambi dan dari hasil pemeriksaan  disebabkan oleh gagal Jantung, gagal Nafas, dan mengarah ke stroke dan dikategorikan ODP Covid 19, setelah mendampingi anggota dewan kunker ke Jogja.