Dianggap Terlambat Antisipasi Kelangkaan Gas Subsidi, Ini Pembelaan Pemkab Tanjab Timur


Antrian warga dapatkan gas LPG 3 Kg di Tanjab Timur. Waktoe | ilustrasi -doc

Antrian warga dapatkan gas LPG 3 Kg di Tanjab Timur. Waktoe | ilustrasi -doc

JAMBI - Langkanya gas LPG 3 Kg jelang hari lebaran 1441 H/2020 ini mulai  dirasakan oleh warga masyarakat Tanjab Timur. Khusus di Muara Sabak Barat hampir di seluruh pangkalan Gas subsisi ini kosong. Warga mulai menelusuri ke toko-toko eceran  yang biasa menjual gas terang- terangan. Tanjab Timur, 19 Mei

Awaludin kabag SDA (Sumber Daya Alam) saat dihubungi melalui selulernya  kepada kantor berita waktoe (19/5) mengatakan dari hasil monev  pemakaian gas LPG mendekati lebaran  sangat tinggi. "Yang biasanya satu atau dua saat ini pemakaian tinggi bisa 3 dan 4 tabung," Ujarnya.

Kata Awaludin, dari hasil koordinasi dengan Dinas Perindag  maka kita sampaikan ke pimpinan (Bupati, red) dan kita meminta kepada Pertamina untuk menambah kuota DO gas khusus di Muara Sabak.

"Kita akan melakukan Operasi Pasar Gas LPG subsidi  di hari Jumat, 22 Mei khusus di Muara Sabak," Ujarnya.

Surat sudah kita kirim ke Pertamina untuk mendapatkan tambahan kouta gas LPG khusus antisipasi lebaran. "Tadi saat saya bersama bupati berkomunikasi dengan Pertamina  dan mengiyakan  mengenai operasi pasar, Mereka tinggal nunggu surat saja," Pungkasnya.

Keterlambatan antisipasi oleh pemkab Tanjab Timur tentang kelangkaan Gas LPG 3 Kg,  mendapat kritikan keras dari pegiat pemerhati kebijakan publik.

Sudah tahu mau memasuki lebaran, seharusnya antisipasi sudah dekat dekat, banyak antrian disana sini masak baru diantisipasi.

"Ini jadi problem ditengah wabah pandemi covid-19, mereka kumpul antri gas, termasuk pembagian sembako juga ngumpul padahal disisi lain ada kebijakan social distancing,  ini ngurus perdagangan aja gak becut," Cetus Ari Suryanto.