Diduga Ada Proyek Siluman Senilai 4,9 Milyard Di Pemkab Muaro Jambi


Para pekerja tidak memakai alat keselamatan kerja di proyek rehab kantor bupati muaro jambi. Waktoe/istimewa

Para pekerja tidak memakai alat keselamatan kerja di proyek rehab kantor bupati muaro jambi. Waktoe/istimewa

JAMBI - Dugaan pencurian listrik milik pemkab Muaro Jambi oleh CV Citra Dwi Pratama selaku pelaksana kegiatan proyek rehab Kantor Bupati Muaro Jambi menjadi perbincangan publik. Muaro Jambi, 24 Juli.

Rekanan ini tergolong rekanan 'nakal', karena perusahaan ini diduga banyak menabrak aturan yang ada.

Proyek pekerjaan rehab kantor Bupati Muaro Jambi senilai Rp 4,9 milliar, seperti pekerjaan siluman, karena plang nama tidak terpasang dilokasi proyek.

Tidak hanya itu saja rekanan i ini juga mengesampingkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).

Permasalahan terbaru yang muncul di lapangan ternyata perusahaan ini diduga telah melakukan pencurian listrik. Saat melaksanakan pekerjaan, mereka telah memanfaatkan aliran listrik yang berada di ruang pola tanpa izin dari pemerintah.

Kabag Umum Setda Muaro Jambi, Faisal Harahap mengatakan bahwa rekanan pelaksana rehab proyek kantor bupati Muaro Jambi tidak pernah meminta izin untuk menggunakan aliran listrik. Karena itu, dirinya akan melaporkan persoalan ini kepada Sekda Muaro Jambi untuk meminta petunjuk.

"Mereka nggak ada minta izin, sekarang mau saya laporkan ke Pak Sekda," kata Faisal saat dihubungi via ponselnya, Rabu (24/7).

Tindakan perusahaan ini memanfaatkan aliran listrik milik pemerintah tergolong pencurian. Namun, Kepala Bagian Umum belum berniat untuk melaporkannya kepada penegak hukum.

"Minta petunjuk dari Pak Sekda dulu, nanti akan saya informasikan hasilnya," kata Faisal.

Tidak  hanya papan merek saja, para pekerja terlihat tidak memakai perlindungan keselamatan dan kesehatan saat bekerja. Mereka tidak ada yang menggunakan sarung tangan, masker, sepatu pengaman dan helm sebagai pelindung.

Fixser yang berada dilapangan mengatakan Rehab kantor bupati Muaro Jambi itu bernilai Rp4,9 milliar. Proyek itu dikerjakan CV Citra Dwi Pratama.