Diduga Beras Plastik, Disperindag Tanjab Timur Akan Uji Laboratorium


Aprinaldi kabid perdagangan Dinas peeindustrian dan perdagangan menunjukan beras yang diduga dari campuran biji plastik. Waktoe | Ihsan

Aprinaldi kabid perdagangan Dinas peeindustrian dan perdagangan menunjukan beras yang diduga dari campuran biji plastik. Waktoe | Ihsan

JAMBI - Kegusaran warga masyarakat Nipah Panjang kabupaten Tanjung Jabung Timur, atas munculnya berita beredarnya beras plastik di masyarakat. Tim satgas pangan melakukan penelusuran hingga melaporkan ke sekda dan dinas ketahanan pangan provinsi untuk uji laboratorium. Tanjab Timur, 3 Februari.

Diceritakan Aprinaldi kepala bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Tanjab Timur kepada kantor berita waktoe (30/1). Ada informasi  dari masyarakat ada peredaran beras di masyarakat,  saat dimasak mengumpal dan agak berbeda dengan kebiasaan masak nasi.

Saat dkembalikan  beras ketoko pihaknya menerima, dan Saya cari tahu ke lapangan dan verifikasi dengan yang bersangkutan termasuk mendatangi toko yang menjual.

Kita datang ke lokasi (Nipah Panjang) dengan tim Satgas pangan ya, kita kumpulkan informasi, mulai dari toko yang menjual hingga asal beras dari Gudang di Jambi milik AS.

"Beras tersebut ditoko dijual dengan harga lapangan dan  112.000,- rupiah," Ujarnya.

Saat ditanyakan pihak toko, katanya beli beras dari Jambi. "Saya beli beras dari Jambi, itupun  belum bayar juga," Katanya.

Lanjut Aprinaldi, beras ini belum dicek laboratorium, kita belum bisa dipastikan,  dan sekarang pengajuan ke provinsi Jambi, untuk uji lab kerjasama  ketahanan pangan dan ada satgas pangan yang menangani.

"Sudah lapor ke sekda juga soal beras ini," Cetus Aprinaldi.

Dari tokonya kita dapat informasi, darimana dia dapat berat atau beli berasnya, lokasinya dimana dan pemilik tokonya.

Maka kita cek,  keaslianya beras dulu, perusahaan dagangnya di Jambi seperti apa, legalitasnya dan alur distribusi.

"Kalau kita lihat  standart packaging memang ada beberapa kekurangan, seperti tidak adanya register", katanya.

Sementara yang terlihat di packaging tertulis diproduksi PDS Indonesia, Netto 10 Kg, ada merk " Ikan Bulan dan tulisan dengan huruf China.

Beredarnya beras yang diduga dari biji plastik ini dalam seminggu terakhir menjadi viral, di tengah-tengah masyarakat. Kejelasan semuanya masih menunggu hasil uji laboratorium dan alur distribusi apakah legal atau beras selundupan.