Disaat Pamsimas Mangkrak, Siapa Yang Disalahkan


Bangunan Pamsimas. Waktoe/istimewa

Bangunan Pamsimas. Waktoe/istimewa


JAMBI - Berbagai keluhan warga masyarakat terhadap mangkraknya sumur Pamsimas ditanggapi oleh Dinas Perumahan dan kawasan permukiman kab. tanjung jabung timur. Keluhan tersebut perihal tidak ada biaya untuk mengoperasionalkan pompa berikut belum tersalurkannya air ke rumah rumah warga. Tanjab Timur 15 Oktober.

Bukan  persoalan di infrastruktur tetapi ada masalah disektor operasional dalam upaya memaksimalkan fungsi Pamsimas. Hal ini disampaikan Fadhli  kabid Perkim dinas Perkim kabupaten Tanjab Timur (25/9) yang lalu.

Dari Total jumlah 43 pamsimas, yang telah dibangun hampir semua bersoal karena pihak pemerintah desa kebanyakan belum menganggarkan dana operasional seperti untuk BBM maupun masih banyaknya yang belum membangun jaringan sambungan rumah.

"Pamsimas saat kering jadi tumpuan masyarakat desa," Cetus Fadhli.

Kalau dirunut sebetulnya bisa dikatakan  masyarakat ingkar atas  komitmen bersama dengan program bantuan pamsimas yang ada.

Kemudian KP (kelompok pengelola) Spam/ pamsimas dibentuk dengan  Surat keputusan  kepala desa. Artinya pemdes sangat mengerti apa yang menjadi kewajibannya.

Pemerintah pusat mensupport dan  desa akan mengelola pamsimas dengan benar. Maka dalam Pengusulan DAK ada item itu, termasuk pengembangan pasca pamsimas.

Lanjut Fadhli, memang bangunan pamsimas tidak semua sumur bor baru,  ada yang  lama di upgrade agar menjadi lebih baik. 

Disampaikan oleh Fadhli, Namun ada juga sumur pamsimas yang berubah kualitas airnya, dulu bagus sekarang asin. Saat ditelusuri dari info, di Februari 2018 terjadi gempa di Sumbar/ Padang ini yang menyebabkan kondisi air berubah di akhir Februari.

"Kelayakan air  sumur bor pamsimas hasilnya berpedoman dari hasil uji laboratorium dengan  berpedoman pada pedoman baku yakni tidak berasa , tidak berbau dan tidak berwarna. Dan setiap selesai ada hasil uji lab-nya", ungkapnya.

Kata Fadhli, untuk  2019, ada 17 titik (13 Apbn, 4 Apbd) yang sudah proses pengerjaan. Maka jika dikalkulasi pamsimas untuk desa, masih ada 13 desa yang belum ada pamsimas. Tetapi infonya akan mendapatkan  lagi di 2020 bantuan sumur pamsimas.

Analisanya berarti setiap desa ada 1 sumur. Ada perpipaan dan non perpipaan. Meskipun disisi lain ada  masyarakat yang sudah punya sumur juga.

Debit air sumur pamsimas 1,5 lt per detik dan mampu  mencover 120 sambungan rumah. Namun kondisi dilapangan terkendala panjang jarak rumah karena hanya mengandalkan grafitasi.

Maka jika dikalkulasi kebutuhan air bersih di kabupaten Tanjung Jabung Timur  baru mampu mencover 21 persen. Hal ini tidak termasuk konsumsi air hujan.

Meski Pamsimas hanya sampai di 2019, namun 2020 dapat alokasi 12 desa. Maka perhitungannya sudah merata satu desa satu pamsimas.

Sementara Adil Aritonang Kadis Perkim beberapa waktu yang lalu mengatakan Pamsimas merupakan  program kroyokan ada Bappeda, Perkim, PMD, dan nantinya  bisa berupa Bumdes.

"Kami Siapkan sumur, pompa listrik, tetapi biaya operasional yang menanggung masyarakat", ungkapnya.

Program pamsimas harus dilakukan Koordinasi.lintas sektoral.  Dalam sosialisasi ada kesanggupan warga untuk menambah sambungan rumah, kalau tidak gak mungkin bisa dibangun.

Kata Adil Aritonang, Adanya kemitraan dengan Spam adalah pembinaan teknis, mulai dari cara pelihara pompa hingga pemeliharaan perpipaan.

"Pamsimas bisa dikelola Spam tetapi  menjadi alternative terakhir daripada mati bisa diambil alih tetapi nantinya  berlaku tarif yang ditentukan pemda. Kalau sekarang masih diserahkan ke Desa," Pungkasnya