Ditengah Pandemi Covid-19, Kembali JCACC Menggelar Aksi Sosial untuk Masyarakat Yogyakarta


JCACC saat menyerahkan bantuan ke salah satu RS yang ada di Yogyakarta (ist)

JCACC saat menyerahkan bantuan ke salah satu RS yang ada di Yogyakarta (ist)

Waktoe.com - Jogja Chinese Art & Culture Centre (JCACC) kembali menyelenggarakan aksi sosial bersatu melawan covid-19. Seluruh paguyuban Tionghoa di Yogyakarta bersama dengan Ikatan Alumni Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Ikatan Koko Cici Jogja, dan Barak Tunas Karya DIY telah menyelesaikan aksi sosial tahap I, II dan III sejak 25 Maret hingga 5 April 2020 beberapa waktu lalu. 

Tiga tahap awal tersebut dengan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa masker, hand sanitizer dan penyebaran poster edukasi kepada masyarakat. Total bantuan yang diberikan pada tiga tahap tersebut adalah sebanyak 13.000 masker, 7.250 hand sanitizer, dan 2.000 poster edukasi.

"Tahap berikutnya target kami adalah memberikan bantuan kepada tenaga medis, pada tahap ke IV yang diselenggarakan 13 April hingga 17 April 2020, kami membagikan Masker, Hand sanitizer, serta Hazmat ke beberapa rumah sakit. Kami menyadari dan mengetahui banyak rumah sakit yang kesulitan mendapatkan APD, sehingga sangat beresiko terkena paparan virus covid-19. Kami telah membagikan total 200 Hazmat, 8 galon Hand sanitizer, dan 25 box masker ke 12 rumah sakit yang membutuhkan," kata Bekti dari JCACC, Rabu (22/4/2020). 

Diharapkan bantuan yang telah diberikan ini dapat membantu para tenaga medis yang tengah berjuang merawat dan melayani pasien-pasien saat ini. Saat ini JCACC, Seluruh paguyuban Tionghoa di Yogyakarta bersama dengan Ikatan Alumni Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Ikatan Koko Cici Jogja, dan Barak Tunas Karya DIY juga merencanakan tahap berikutnya yaitu untuk membagikan sembako berupa beras 5 kilogram yang direncanakan dapat mencapai 15-20 ton beras. 

"Kami berharap bantuan dari masyarakat Tionghoa di Yogyakarta dan rekan-rekan lain, dapat sedikitnya berguna bagi sesama yang membutuhkan. Tentunya kami juga ada rasa khawatir dalam melakukan kegiatan sosial ini, tetapi kami juga menyadari bahwa kita semua harus bergerak demi sesama, karena kita semua orang Indonesia harus saling membantu untuk melewati masa pademi ini. Tiap orang mempunyai cara yang berbeda untuk saling menolong, yang penting tetap jaga kebersihan, jaga jarak, dan jaga kesehatan," pungkas Bekti.