Duh, Sulitnya Pasien PRB, Mau Ambil Obat Di Apotek Harus Bawa Rujukan Dokter Spesialis


Belied keputusan BPJS dan persyaratan pengambilan obat di apotek yang ditunjuk BPJS. Waktoe/kolase

Belied keputusan BPJS dan persyaratan pengambilan obat di apotek yang ditunjuk BPJS. Waktoe/kolase

JAMBI - Tidak semua Fasilitas Kesehatan Tahap Pertama (FKTP) memiliki sarana ketersediaan obat, yang akhirnya harus bekerjasama dengan apotek. Sayangnya ada persyaratan yang agak ganjil yang diberlakukan pihak apotek bagi pasien PRB yang akan mengambil obat disamping foto copy kartu BPJS, Resep dokter, pasien wajib membawa surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tahap Lanjutan (FKTL), dokter spesialis dan lainnya. Jika tidak membawa syarat tersebut jangan harap bisa membawa pulang obat. Tanjab Timur, 15 Desember.

Hal ini disampaikan oleh dr Ardiansyah pemilik Apotek Ardi yang terletak di samping Rumah Sakit Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur. Kepada kantor berita waktoe (14/12) Ardi menjelaskan untuk mengambil obat wajib membawa copy kartu BPJS, Resep dokter dan surat rujukan.

"Untuk surat rujukan ini wajib harus bawa yang asli, karena sebagai syarat kita untuk klaim ke BPJS", ujarnya.

Saat disinggung aturannya, Ardi menyampaikan, ada aturannya dari BPJS, kita bisa perlihatkan. " Banyak mas yang harus bolak balik, bahkan ada juga yang tidak jadi ambil obat karen jauh", keluhnya.

Kata Ardi, Kita sebagai pengusaha apotek sebetulnya pengin yang simpel, cukup bawa copy BPJS dan Resep. Karena rujukan sering kali sudah diminta pihak FKTP, padahal kalau itu puskesmas juga ada perwakilan BPJS disitu.

"Disini saya bukan dokter praktek, tapi sebagai pengusaha apotek yg kerjasama dengan BPJS pak. syarat pengkleman obat rujuk balek yang dimintak dari BPJS seperti itu pak selama ini jika pasen habis berobat dari rumah sakit", ungkapnya.

Kata Ardi, Disini banyak pasien yang meninggalkan buku PRB (Program Rujuk Balik), beserta resep dan fotocopy BPJS, dan tidak jadi ambil obat karena harus balik dan, itu sangat jauh.

" Akhirnya pasien tidak kembali lagi kesini dan tidak ambil obatnya", pungkasnya.

Kejadian ini menimpa TS (45) dengan FKTP di puskesmas Geragai. Sesuai jadwal rujukan TS membawa surat rujukan dari FKTL (RSNH) ke puskesmas Geragai dan dalam proses pelayanan harus menyerahkan surat rujukan dari dokter spesialis hingga akhirnya mendapatkan resep untuk mengambil obat ke Apotek Ardi.

TS menyampaikan, dengan bekal Resep dan foto copy BPJS serta buku PRB dari FKTP Puskesmas Geragai, saat mau ambil obat ke Apotek ditolak karena tidak membawa surat rujukan.

"Kami ditolak tidak bisa mengambil obat karena syarat kurang mas, surat rujukan harus dibawa, padahal diminta dipuskesmas", ujarnya.

Jadi, kita harus balik lagi ke puskesmas Geragai untuk minta surat tersebut, kan jadi bolak balik, kalau itu ketentuannya kenapa pihak puskesmas tidak kasih tahu ke kita, padahal disitu ada petugas BPJS juga.

Kata TS, Kita butuh waktu hingga 2-3 jam untuk bolak balik, coba bayangkan kalau pasien dari Nipah atau Sadu yang bisa butuh 2 hari jika sampai bolak balik untuk urusan surat rujukan.

Sementara itu, Ernawati Kadinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur saat dihubungi via Selulernya terkait permasalahan ini mengatakan, Ini alurnya, Jadi pasien dari rumah sakit membawa surat rujukan balik ke FKTP. Bila obat tidak ada di FKTP, maka dirujuk ke apotik PRB (Program Rujuk Balik) dengan menbawa surat rujukan dari FKTP asli dan foto copy rujukan balik dari dokter spesialis.

Diketahui, Pelayanan Program Rujuk Balik adalah Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan
masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di Faskes Tingkat Pertama atas rekomendasi/rujukan
dari Dokter Spesialis/Sub Spesialis yang merawat. Hal ini  salah satunya bertujuan mempercepat pelayanan atau mengurangi daftar tunggu.