Dukcapail bersama KPUD, Rekam E KTP Bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Sabak.


perekaman e ktp terhadap warga binaan di Lapas Narkotika Sabak. waktoe/ Ihsan

perekaman e ktp terhadap warga binaan di Lapas Narkotika Sabak. waktoe/ Ihsan

JAMBI - Upaya terus dilakukan untuk perekaman KTP Elektronik bagi pemilih pemula yang diperkirakan hampir sekitar 2000 orang di kabupaten Tanjung Jabung Timur. Usia 17 tahun hingga 17 April mendatang terus disisir pihak Dukcapil dengan penerapan strategi jemput bola ke kecamatan kecamatan. Sabak 21 Januari.

Pihak Dinas Dukcapil telah menjadwalkan putaran tim perekaman yang melakukan jemput bola didaerah yang jarak jangkau jauh dari kantor.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Tanjab Timur Aruji, mengatakan akan mengutamakan kecepatan pelayanan perekaman e KTP  maupun administrasi kependudukan yang lainnya seperti akta kelahiran, akta kematian, Kartu Keluarga dan lainnya.

Meski aturan maksimal 7 hari namun jika kepala Dukcapil ada bisa hanya beberapa menit saja. Maka diharapkan warga yang mengurus adminduk benar benar dilengkapi agar tidak bolak balik.

Saat disinggung perekaman e KTP menghadapi pemilu (17 April yang akan datang), kepada kantor berita Waktoe, (17/1) Aruji menjelaskan dari daftar pemilih tetap kita tinggal menyelesaikan pemilih pemula yang nantinya saat pemilu usianya 17 tahun. Jika dikalkulasi pemilih pemula ini sekitar 2000 An namun kita sudah lalukan perekaman jemput bola di setiap kecamatan selama 2 hari.

Seperti yang kita lakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Sabak untuk melakukan pendataan dan perekaman KTP elektronik bagi Penghuni Lapas terutama warga Tanjung Jabung Timur dan mendata warga luar dan nantinya akan di sampaikan data tersebut oleh KPU.

"KPU akan lakukan koordinasi terkait penghuni Lapas yang berasal dari luar daerah dan data kita sampaikan", ujar Aruji.

Kata Aruji, Problem yang sering dihadapi tidak singkronya data dan sering kali Jaringan putus. Termasuk ketersediaan blangko susah diprediksi. Problem yang lainpun seperti penduduk yang berprofesi sebagai nelayan, mereka siang hari masih dilaut jadi seringkali tidak ketemu dan belum bisa melakukan perekaman.

 

Merekam Kependudukan Napi

Demi memberikan kepastian hukum dibidang adminduk dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Tanjab Timur melakukan perekaman KTP elektronik terhadap narapidana atau penghuni lembaga pemasyarakatan Natkotika yang berada di Tanjab Timur.

Perekaman KTP disamping bertujuan untuk kepastian adminduk juga dipersiapkan untuk pemilu 2019 (17 April) mendatang. Dalam perekaman KTP pun tidak terlepas dari kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum dan diawasi juga oleh Bawaslu.

Saparudin, Bawaslu kab Tanjabtim Wakadiv PHL mengatakan proses pengawasan kegiatan perekaman KTP  dalam rangka menjaga hak pilih agar napi bisa menggunakan hak pilihnya nanti ini sesuai amanat UU no 7 /2017 tentang Pemilu.

"Kami mengawasi perekaman e KTP yang berlangsung Betul betul harga warga Tanjabtim saja, jadi kami memastikan", ujarnya.

Sementara Muh Qinas anggota komisioner KPU salah satu kewajiban kita mendeteksi warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih sesuai daftar pemilih tetap  yang belum memiliki KTP dan sudah untuk dideteksi. maka dilakukan perekaman agar mereka bisa memiliki hak memilih.

Kepala Lapas B Roni kepada kantor berita Waktoe bahwa perekaman KTP sebelumnya sudah dilakukan sebanyak 34 orang dan yang ke dua  ini adalah 35 orang. Jadi total perekaman KTP sebanyak 69 orang.

Kata B Roni kepala Lapas, Kami hanya merekam warga Tanjab Timur, Kalau pemahaman kami merekam warga Tanjab Timur agar bisa memilih DPRD, selagi wilayah dari luar maka hanya bisa memilih DPR RI dan  Presiden

Dijelaskan, Lapas ini penghuninya khusus narkoba. Dan kita belum dapat kiriman surat regulasi, apakah penghuni dari luar boleh mencoblos DPRD, ujarnya.

Menilik Lapas Narkoba yang berada di Sabak ini  Sementara berpenghuni 472  orang jika pun nambah diperkirakan hanya 20 hingga pemilu kedepan , Jika over maka bisa 100 orang.

Kategori Lapas ini sebetulnya hanya berisi 362 orang tapi jika pun diisi 500 masih bagus, terbukti kita dikirim kasur 600 buah.

Dengan penghuni lebih dari kapasitas pun para Napi masih hidup layak dan tidak ketergantungan. Lapas ini sendiri Khusus rehabilitasi narkotika berdasarkan regulasi yang ada. Dan se provinsi Jambi hanya ada dua di Jambi dan kita (Sabak, Red).

Menyoal rehabilitasi istilah sembuh sebetulnya tidak ada, namun lebih memakai istilah pulih bagi yang direhabilitasi, maka sangat tergantung terhadap dirinya sendiri maunya seperti apa, karena kecenderungan jika setelah keluar masih tergabung dengan pemakai maka dimungkinkan akan kembali lagi.

Isu mengenai Lapas dijadikan sarang jual beli narkoba, kita menerapkan sistim pelayanan yang baik, dengan begitu penguni Lapas pun tidak mau nantinya di pindah ke Lapas lain gara gara melanggar ketentuan yang ada.

"Jika ada yang melanggar langsung kita pindah", jelas B Roni kepada wartawan Waktoe.

Untuk mendeteksi didalam dia masih memakai atau tidak salah satu strateginya kita melakukan Wajib sholat Dhuha pukul 08.00 WIB, jika pemakai dipastikan tidak bisa bangun pagi.

Di Lapas sini juga memberikan pelayanan proses Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas lancar jadi mereka senang. "Kita merubah menset mereka", jelasnya.

Jika kita tengok kedalam Lapas khusu Narkotika ini, kondisinya sangat bersih banyak tanaman didalam. Fasilitas bimbingan kerja, olahraga dan kerohanian cukup representative.

Saat itu hari Jumat (19/1) dipagi hari penghuni yang beragama Kristen melakukan ibadah di gereja yang berada didalam komplek Lapas, begitu juga yang beragama Islam memasuki sholat Jumat sudah tumpah di masjid At Taubah yang berada disisi sebelah lapangan olahraga. Penjagaan yang humanis diterapkan para Sipir Penjara kepada para Napi.

Ada struktural yang mengatur internal para penghuni mulai dari pemimpin kerja yang membawahi Tamping Tamping yang membawahi Napi.

Lapas inipun memiliki beberapa kolam dan tanaman sayur dan mulai merambah untuk menanam jenis buah di samping dan depan komplek Lapas. Buah naga menjadi pilihan yang mulai dikerjakan disamping Lapas. Pemenuhan kebutuhan akan sayur, namun juga sebagai bagian dari pelatihan sistim pertanian kepada para Napi agar mereka paham bagaimana budidaya tanaman dan jika keluar mereka bisa mempraktekkannya.

B Roni sebagai Kepala Lapas mempraktekkan sistim kepemimpinan yang lugas, dan visioner dalam peningkatan Lapas menuju modernisasi lembaga pemasyarakatan.