Empat Tuntutan Pembela Thawaf Aly, Ada Saksi Palsu Dalam Persidangan


Aksi unjuk rasa dari konsorsium Pembaharuan agraria Jambi di depan pengadilan negeri Sabak dalam kasus yang menjerat pegiat reforma agraria Thawaf Aly. Waktoe | Ihsan abdulah

Aksi unjuk rasa dari konsorsium Pembaharuan agraria Jambi di depan pengadilan negeri Sabak dalam kasus yang menjerat pegiat reforma agraria Thawaf Aly. Waktoe | Ihsan abdulah

JAMBI - Aksi unjuk rasa yang ke tiga kalinya dilakukan oleh Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Jambi yang dilaksanakan didepan Kantor Pengadilan Negeri Sabak. KPA yang terdiri dari Persatuan Petani Jambi (PPA), Walhi, HAM terus mengawal proses peradilan yang menjerat Thawaf Aly, aktifis Agraria yang diduga mendapat perlakuan diskriminasi hukum. Tanjab Timur, Selasa 10 Maret.

Aksi unjuk rasa yang selalu bersamaan dengan agenda sidang Thawaf Aly, hari ini (10/3) sidang Thawaf Aly dengan agenda pemeriksaan saksi Ahli.

Unjuk rasa kali ini menuntut agar saksi Surya Alang yang diduga kesaksiannya palsu untuk diproses lebih lanjut dan ditangkap. Tuntutan yang lain membatalkan ijin HGU terhadap PT EWF, dan mengevaluasi seluruh ijin perusahaan perkebunan  yang ada di Tanjung Jabung Timur.

Tuntutan aksi yang disampaikan, meminta APH untuk menangkap Surya Alang karena diduga merupakan saksi palsu. Dan PN Sabak tidak serius dalam menegakkan hukum.

Dalam persidangan kemarin pihak EWF menghadirkan saksi palsu, (Surya Alang, red) yang  bersaksi bahwa pendirian pondok didirikan setelah HGU turun.

"Ini yang kita sangkal, karena pondok berdiri lebih dulu dibanding ijin HGU", ungkap orator.

Yang hadir hari ini perwakilan dari petani Merbau, Sungai Beras yang terdampak, dan juga petani di seluruh Jambi yang menolak Omnibus Law.

Aparat negara seringkali lebih berpihak kepada koorpirasi, dan seringkali tidak berpihak sama rakyat.


BACA JUGA:
http://waktoe.com/content/demo-reforma-agraria-siti-safar-lembar-uang-di-gedung-bpn-tanjab-timur
http://waktoe.com/content/konflik-agraria-di-tanjab-timur-thawaf-aly-dipidanakan


​​​​​​Hakim  Rahadian Nur, sebagai salah satu hakim anggota yang juga sebagai Humas PN mengatakan, saksi Surya Alang sudah kita tegur untuk menggunakan Mikrofon.

Karena ruangan kecil maka tuntutan dari pendukung Thawaf Aly agar ruangan dibuka. Tidak bisa disetujui oleh pihak PN Sabak.

" Silahkan perwakilan masuk, dan yang lain bisa menempati kursi disamping, karena juga bisa mendengar", jelas Rahadian Nur.


UNTUK TUNTUTAN AGAR SAKSI SURYA ALANG DITANGKAP DAN DIADILI BUKAN DIRANAH PENGADILAN NEGERI, SILAHKAN DILAPORKAN KE INSTITUSI TERKAIT


Aksi Molor, Pengamanan Tetap Siaga

Aksi unjuk rasa yang direncanakan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB sesuai dengan surat pemberitahuan, namun hingga pukul 13.00 WIB aksi baru  dimulai.

Meski peserta sudah berkumpul di komplek PN Sabak, namun mereka hanya duduk duduk dikomplek taman Sabak yang persis berada di depan PN.

Personil dari Mako Polres Tanjab Timur disiagakan dibeberapa titik diseputaran Pengadilan Negeri Sabak. Ditambah kekuatan dari Satpol PP yang standbye dilokasi.