Gubernur Ingin Banyak APBN Dialokasikan ke Jambi


Isimewa/Dan

Isimewa/Dan

Jakarta - Gubernur Jambi Fachrori Umar berharap agar semakin banyak APBN yang dialokasikan dalam pendukung pembangunan di Provinsi Jambi. Harapan tersebut dikemukakannya usai menghadiri Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Kerja Pemerintah (RKP 2020), bertempat di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (9/5).

Musrenbangnas tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri, pimpinan lembaga, para gubernur, bupati, walikota, kepala Bappeda se Provinsi Jambi turut hadir dalam acara tersebut. Gubernur menyatakan, supaya pembangunan di Provinsi Jambi maksimal, maka sinergitas (kesatupaduan) program pembangunan Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Kota harus terus ditingkatkan, pun demikian dengan kesatupaduan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Pusat. Sinergitas program pembangunan tersebut akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembangunan.

Selain itu, lanjut Fachrori, dukungan dari Pemerintah Pusat melalui alokasi APBD di Provinsi Jambi sangat dibutuhkan, untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di Provinsi Jambi. Fachrori berharap usulan-usulan perencanaan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jambi dalam berbagai sektor, diantaranya pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik bisa disetujui oleh Pemerintah Pusat.

Fachrori meminta seluruh OPD untuk maksimal melaksanakan program kerja dan mengupayakan adanya inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Jambi, terutama yang bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi Donni Iskandar mengemukakan bahwa efektivitas dan efisiensi program pembangunan harus terus ditingkatkan, agar tidak hanya sekedar rutinitas. Begitu juga dengan sinergitas kabupaten kota dengan provinsi.harus terus ditingkatkan.

Doni menekankan bahwa program yang direncanakan dan diajukan harus benar-benar memikirkan output dan outcome-nya, tidak harus banyak-banyak namun harus fokus, konsisten, dan berkelanjutan, supaya bisa menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat Provinsi Jambi.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam arahannya menyampaikan visi besar Indonesia 2045, seabad kemerdekaan Indonesia, yakni Indonesia masuk dalam 5 bahkan 4 besar ekonomi dunia. Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk mewujudkan visi besar tersebut. Namun, Jokowi menekankan, visi besar tersebut hanya akan bisa terwujud apabila Indonesia tidak terjebak dalam middle income trap atau jebakan pendapatan kelas menengah, dan untuk itu Indonesia harus mampu memyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi yakni pemerataan infrastruktur, reformasi struktural, reformasi birokrasi, kelembagaan harus disederhanakan, perizinan harus dipermudah dan cepat, pembangunan sumber daya manusia.

Jokowi menyoroti perizinan yang rentetan birokrasinya masih terlalu panjang, walaupun telah dilakukan pemangkasan besar-besaran, dari 259 menjadi 58, dan sedang diupayakan untuk disederhanakan lagi, kalau bisa sampai lima. Penyederhanaan perizinan dikatakannya akan memudahkan masuknya investasi, yang sangat dibutuhkan untuk mendongkrak ekspor dan selanjutnya peningkatan ekspor secara besar-besaran akan menutupi defisit neraca perdagangan Indonesia. Lebih khusus, Jokowi menekankan sangat dibutuhkannya investasi yang berdampak pada peningkatan ekspor dan substitusi barang impor.

Selain itu, Jokowi menyatakan pentingnya link and match atau ketersambungan SMK dengan industri-industri yang ada, sehingga sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jokowi mengingatkan supaya dalam penyusunan anggaran, jangan terjebak pada anggaran-anggaran rutinitas, tetapi harus yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyampaikan, Musrenbangnas kali ini merupakan yang petama (uji coba) Musrenbangnas online.

Bambang mengatakan, tema Musrenbangnas “Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas” bersesuaian dengan visi besar 2045, dalam mengongsong 100 tahun Indonesia merdeka. Dalam Musrenbangnas ini, lanjut Bambang, dilakukan penguatan pelaksanaan money follows programme melalui penguatan prioritas pembangunan.

Setelah menyampaikan sambutan, Bambang menyerahkan dokumen perencanaan teknokratik RKP 2020 dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020 – 2024 kepada presiden. Pada kesempatan tersebut, presiden memberikan penghargaan pembangunan daerah dengan kategori provinsi, kabupaten, dan kota. 

 

Tags