HET Gas LPG Bersubsidi Bervariasi Di Tanjab Timur, Ini Penjelasannya


Aprinaldi kabid perdagangan dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Tanjung Jabung Timur. Waktoe | Ihsan

Aprinaldi kabid perdagangan dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Tanjung Jabung Timur. Waktoe | Ihsan

JAMBI - Terdapat Duabelas desa yang mendapatkan Harga Eceran Tertinggi  gas Elpiji 3 KG bersubsidi berdasarkan keputusan bupati nomor 276 tahun 2019. Sedang desa desa yang lain rata rata HET Elpiji 3 Kg bersubsidi dari harga terendah 19.000,- rupiah pertabung hingga 24.000,- rupiah. Tanjab Timur, 30Januari.

Hal ini disampaikan Aprinaldi kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Tanjung Jabung Timur kepada Kantor Berita Waktoe (30/1), berbedaan harga dilatar belakangi oleh  lokasi yang jauh  dari jangkauan, dalam upaya menjamin pasukan gas elpiji dan  kelancaran akibat kenaikan BBM, kondisi wilayah, upah regional dan daya beli masyarakat.


GAS ELPIJI MAHAL KARENA DOUBLE ENDING KARENA FAKTOR GEOGRAFIS


Lanjut Aprinaldi, per 2019, terdapat 155 pangkalan gas, terjadi kenaikan jumlah pangkalan, namun tambah pangkalan  tidak tentu  juga bertambahnya kouta gas nya

Saat disinggung kouta gas selalu naik, namun berbanding terbalik dengan angka kemiskinan yang turun, Aprinaldi mengatakan, setahu kami yang namanya elpiji 3 kg kebijakan nasional, statistik menghitung kemiskinan daerah urusan daerah.

Metode pendistribusian gas elpiji  maka munculah SK Bupati bertujuan untuk meminimalir penyalahgunaan gas Elpiji tersebut.

Permasalahan pangkalan nakal, apabila fatal kesalahannya seperti menjual melampaui daerah yang ditentukan maka ditutup dan dilaporkan ke pihak berwenang untuk pidana.


ASN TIDAK BOLEH MEMAKAI GAS ELPIJI 3 KG


Masih kata Aprinaldi, sekarang 2020, ada instruksi  melakukan pengawasan, akan koordinasi dengan camat dan kades atau lurah.

Pakta integritas dengan pangkalan, evaluasi pangkalan dan pembinaan dan keluhan akan dibantu maka ada indikator yang kita buat untuk proses pengawasannya.

Berikut desa-desa yang harga eceran diatas 25.000,- rupiah hingga 28.000,- rupiah pertabung meliputi:
1. Desa Labuhan Pering, Sungai Benuh sebesar Rp. 28.000,-
2. Desa Sungai Cemara sebesar Rp. 27.000,-
3. Desa Airhitam Laut sebesar Rp.26.000,-
4. Desa Sungai Jambat , Remau Baku Tuo, Sungai Sayang , Pangkal Duri Ilir, Pangkal Duri , Teluk Kijing, Simpang Jelita, Simpang Datuk, sebesar Rp. 25.000,-

Meski Harga Eceran Tertinggi telah ditetapkan dengan keputusan bupati namun keputusan tersebut tidak diindahkan oleh pangkalan-pangkalan gas yang ada.

Sudah diketahui kalayak umum pangkalan selalu menaikan harga dari harga yang telah ditentukan. Kenaikan ini berkisar dari 1000,- rupiah hingga 3000 rupiah. Belum lagi kenakalan yang diperbuat oleh pangkalan, diantaranya dengan menjual lagi ke toko atau warung warung. Toko atau warung inilah yang akhirnya menjual ke masyarakat umum dengan harga bervariasi.

Kenakalan pangkalan gas subsidi pun, bisa menjual sampai diluar batas area wilayah, tanpa rasa bersalah. Pangkalan akan meraup keuntungan yang berlebih jika mampu menyelundupkan keluar area yang telah ditentukan.

Sanksi yang lemah menjadi akar masalah atas maraknya praktik peredaran gelap Gas Bersubsidi.

Dalam catatan kantor berita waktoe,
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengharapkan implementasi subsidi tertutup gas elpiji 3 kilogram dapat dimulai pada 2020 berdasarkan skema konversi minyak tanah ke gas yang lalu.
Pertamina bertugas untuk memastikan pangkalan elpiji 3 kg yang ditunjuk oleh TNP2K bisa memahami dan dapat melayani pembelian elpiji 3 kg sesuai dengan mekanisme yang akan diberlakukan