Inseminasi Buatan (IB) Tingkatkan Populasi dan Produktifitas Ternak


Pemeriksaan reproduksi akseptor

Pemeriksaan reproduksi akseptor

Sub Sektor peternakan merupakan  salah satu penunjang perekonomian masyarakat daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur,  dan ternak sapi merupakan jenis ternak yang  banyak dipelihara oleh masyarakat dengan tujuan usaha.

Pada umumnya sebagai tabungan untuk mengantisipasi bila memerlukan dana. Jenis sapi yang biasa terdapat  di masyarakat antara lain sapi Bali, sapi lokal serta ternak sapi unggul hasil Inseminasi Buatan (IB) yaitu Peranakan Ongole, Simental danLimousin.

Dari jenis-jenis sapi yang terdapat di KabupatenTanjung Jabung Timur, sapi Bali  merupakan populasi sapi terbanyak yaitu mencapai 48% dari jumlah total populasi sapi, dengan kepemilikan peternakan rakyat swadaya mandiri, gaduhan perseorangan dan gaduhan dari pemerintah melalui kegiatan pengembangan dan perbibitan ternak sapi.

Sebagai wujud pelaksanaan Misi Kedua Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yaitu meningkatkan populasi dan produktifitas ternak melalui budidaya ternak, sejak tahun  2002 terus digalakkan kegiatan pengembangan Inseminasi Buatan pada ternak sapi, terutama menggunakan bibit sapi Bali dan bibit ternak lainnya seperti bibit sapi Angus, Limousine ,Simental, Ongole dan Brahman.


lihat foto disini: Inseminasi Buatan (IB) Tingkatkan Populasi dan Produktifitas Ternak


Tujuan Inseminasi Buatan (IB) secara umum adalah untuk meningkatkan efisiensi pejantan, perbaikan mutu genetik, pencegahan penyakit  yang dapat pindah melalui perkawinan alam, serta pembentukan bangsa baru melalui persilangan, disamping itu IB dapat digunakan sebagai alat dalam melaksanakan kebijakan pemuliaan ternak.

Beberapa faktor yang menentukan keberhasilan IB antara lain  kualitas  semen/ mani,  kesuburan ternak betina akseptor, ketepatan waktu inseminasi yang ditunjang oleh kemampuan peternak untuk mendeteksi birahi, keterampilan petugas inseminator, sarana dan prasarana, system komunikasi dan factor pendukung lainnya.

Pada tahun 2018 target pelaksanaan IB 2.800 dosis, terealisasi 2.807 dosis. Target akseptor 2.100 ekor terealisasi 2,294 ekor dan kelahiran ternak dari target 1.100 ekor terealisasi 1. 331 ekor.