Jalan Nasional di Tanjab Timur Akan Dibangun, Warga Mengeluh Tak Berumur Panjang


BPJN IV Jambi melakukan pengecekan di Jalan Nasional untuk persiapan pembangunan. Waktoe | Ihsan

BPJN IV Jambi melakukan pengecekan di Jalan Nasional untuk persiapan pembangunan. Waktoe | Ihsan

JAMBI - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi (17/3) melakukan pengecekan jalan nasional yang berada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pengecekan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan pembangunan jalan nasional yang akan dilakukan pada tahun 2020. Tanjab Timur 18 Maret.

Adi koordinator lapangan  dari BPJN IV Jambi menjelaskan cek kontur dan tekstur tanah dilakukan di jalan nasional dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi. Kita hanya bertugas untuk melakukan pengukuran kontur dan tekstur tanah jalan nasional.

Kata Adi,  pengukuran dipakai untuk dasar rencana pembangunan jalan nasional ditahun 2020 ini.

Kita ngukur per 200 meter ya.  Cuma kita melihat tadi banyak mobil angkutan  yang sangat melebihi tonase. Dan ini kewajiban pemda/ Dishub untuk mengawasinya, kok diam saja.


ADA BANYAK MOBIL ANGKUTAN YANG TONASENYA MELEBIHI STANDAR, KOK PEMDA DIAM SAJA.


Dari pantauan kantor berita waktoe, sangat banyak lubang lubang jalan nasional di wilayah Tanjung Jabung ini. Banyaknya mobil angkutan barang yang melebihi muatan (over loading) dengan body mobil yang sudah direkayasa (over dimension) melintasi di jalan nasional di wilayah Muara Sabak.

Pihak Dishub Tanjab Timur dan Lantas Polrest Tanjung Jabung Timur terkesan tutup mata atas kondisi ini, hal ini terbukti tidak pernah ada upaya menertibkan mobil angkutan barang yang ada.

Sementara beberapa pengguna jalan yang melintas dilokasi saat di minta tanggapannya, kepada kantor berita waktoe menyatakan senang akan dibangunnya jalan nasional ini. Namun mereka juga mengeluhkan akan akan umur jalan yang selama ini tidak lama.

"Kita senang jalan akan dibangun, tapi paling nggak lama tuh umur jalan, lihat sendiri bang truck bermuatan 40 ton lebih berlalu lalang disini", ujar salah satu pengguna jalan yang tidak mau disebut namanya.

Pendapat berbeda disampaikan Hidayatullah Dachi, koordinator Gaung Demokrasi Indonesia kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dachi menyampaikan pembangunan jalan ini bisa dibilang sia sia, jika pemda Tanjab Timur dalam hal ini Dishub tidak melakukan pengawasan dan penindakan terhadap angkutan jalan yang melebihi tonase.

" Jalan akan cepat hancur jika angkutan yang melebihi tonase dibiarkan, terutama pihak pihak perusahaan perkebunan yang menggunakan truck besar", ungkapnya.