Julak Residivis Pemakai Pistol Rakitan Dibekuk Polres Muaro Jambi


Konfrensi pers kapolres Muaro Jambi akpb Mardiono. Waktoe/ihsan

Konfrensi pers kapolres Muaro Jambi akpb Mardiono. Waktoe/ihsan

JAMBI - Jajaran Polres Muaro Jambi bersama tim gabungan dari Polda Jambi berhasil meringkus  Dua Orang pelaku Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor atau curanmor, yang terjadi Pada 20 april 2019 lalu, di wilayah kumpeh Ulu, dan berhasil melakukan penangkapan Terhadap Dua orang pelaku atas nama Eko dan Krisna, beserta Barang bukti Dua unit sepeda Motor Yamaha Vixion warna hitam, Dua buah kunci leter T besera tiga buah mata kunci leter T. Muaro Jambi 28 Mei.
Tim polda bersama polres Muaro Jambo Melakukan Pengembangan yang  Bekerja sama dengan Tim buser polresta Jambi dan polsek Kumpeh ulu, ternyata ada keterkaitan dengan pembunuhan yang terjadi pada 2012 lalu.
Dari pengakuan kedua tersangka ini, mengakui melakukan pencurian bersama-sama dengan tersangka lain yang Bernama M.Abidin Alias Asmadi alias Julak,  yang merupakan tersangka Kasus pembunuhan pada tahun 2012 lalu, di desa Niaso, Dengan korban yang diketahui bernama Parlindungan Nainggolan,.kudu  Yang di tembak dan jasadnya di bakar di pinggir jalan.
Seperti yang di ungkapkan Kapolres Muaro Jambi Akbp Mardiono, saat melakukan konferensi Pers pada Senin sore (27/5) Tersangka Julak sudah melakukan cuaranmor sebanyak 3 kali, kemudian Curas 4 Kali di tahun 2010 dan  pembunuhan di Niaso,  curat di Sarolangun pada tahun 2011.
Pelaku atas nama Julak, Berhasil di ringkus di tempat persembunyian nya di di perumahan depan jamtos kota jambi,  dengab barang bukti Dua Pucuk Senjata Api dan Lima Butir amunisi.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya tersangka Julak Dijerat dengan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, 338 tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Pasal berlapis yang disangkakan terhadap Julak merupakan konsekwensi atas perbuatannya dan tersangka juga merupakan residivis yang dicari.
Saat ditanyakan sumber kedua senjata api rakitan yang dipakai untuk pembunuhan, kapolres mengatakan mereka dapatkan dari  jaringan saat dipenjara.