Junaidi: Pembangunan Perumahan PT NGK, Mohon Dihentikan


Lahan perumahan NGK. Waktoe/ Ihsan Abdulah

Lahan perumahan NGK. Waktoe/ Ihsan Abdulah

JAMBI - Rencana pembangunan perumahan di komplek perkantoran oleh PT NGK lebih kurang sekitar 40 Unit rumah di permasalahkan. Muaro Jambi, 7 Mei.
Perumahan di rencananya akan berdiri di dekat pintu gerbang masuk komplek perkantoran pemkab Muaro Jambi sudah mulai dilakukan proses pengurukan dan penataan lahan.
Namun diperkirakan akan mengalami masalah perijinan karena di kawasan zona resapan air.
M Fadhil Arief, sekda Muaro Jambi pun mengatakan kepada kantor berita waktoe  dimana usulan pembangunan perumahan di komplek perkantoran perlu mendapatkan kajian secara menyeluruh dan komprehensif.
"Karena daerah itu termasuk resapan air, jadi harus ada kajian yang mendalam", ujarnya.
Junaidi dari fraksi Demokrat (3/5) mengatakan terkait pembangunan perumahan dikomplek perkantoran agar Dinas Lingkungan Hidup menghentikan sementara hingga ada legalitas/ perijinan.
"Di sini daerah resapan, dimungkinkan air akan meluap jika dibangun perumahan, meski Ada surat penandatang dari masyarakat namun ada kejangggalan, dari tandatangan sampai kop surat harusnya dari desa bukan perusahaan", ujarnya.
Sebaiknya Dihentikan dulu, pembangunan perumahan tersebut, pungkasnya.
Sementara Fauzi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menjelaskan ijin perumahan NGK belum ada, baru sebatas OSS.
"Perijinan belum ada, kemarin saya sampaikan hal yang sama saat dimintai keterangan dihadapan dewan", pungkasnya.