Kadis PU Pemprov Jambi Rangkap Dua Jabatan Ditengah Penderitaan Banjir


M. Fauzi/net

M. Fauzi/net

Jambi - M. Fauzi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi masih mengembang jabatan lamanya sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Nakertran) di Pemerintahan itu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Husairi, menurutnya sejak pelaksana tugas gubernur Jambi Fachrori Umar melantik tujuh pejabat strategis belum pejabat yang ditunjuk oleh pelaksana tugas di dinas itu. 

"Dari tujuh pejabat yang dilantik lalu, hanya Fauzi yang masih merangkap dua jabatan sekaligus," ujarnya, Rabu (5/12).

Menurutnya, pemerintah akan kembali membuka lelang jabatan tahun 2019. Meski secara aturan tak ada larangan untuk merangkap jabatan. Fauzi yang juga mantan Pjs Walikota Jambi tahun 2018 itu, malah menumpukan seluruh pekerjaan di Nakertran kepada anak buahnya. 

"Kecuali masalah keuangan," katanya.

Pengamat Pemerintahan, Usman Ermulan menyebutkan masyarakat mengharapkan banjir yang terparah saat ini dapat diatasi oleh dinas PUPR. 

"Namun ketika Kepala Dinas merangkap dua jabatan sekaligus tentunya menganggu kinerja untuk mengatasi banjir yang terjadi saat ini," kata Usman.

Pengamat Lingkungan, Husni Thamrin mengatakan penyebab banjir terparah di wilayah Kota Jambi bukan didominasi faktor alam. Kontur wilayah Kota Jambi bergelombang maka pemerintah harusnya membangun saluran air melalui kondisi jangka panjang.

"Faktor alam dapat diantisipasi jika pembangunan saluran air di tata dengan benar," ujarnya.

Pembangunan saluran air oleh pemerintah kota maupun pemerintah provinsi dinilai asal bikin. Tentu air mencari jalur yang terendah, namun kejadian saat ini saluran air tertutup dengan lubang yang sempit sehingga tak mampu menampung tekanan air. Dipastikan banjir akan terus terjadi di wilayah Kota Jambi.

"Artinya, banjir disebabkan karena tata cara pembangunan saluran air yang sudah salah," katanya.

Menurutnya, saluran air bersamaan dengan pelebaran jalan yang di bangun oleh pemerintah kota tidak memikirkan cara mengantisipasi ketika banjir.

"Banjir ini akan terus terjadi, kalau saluran airnya asal buat. Jika pemerintah ingin banjir tak ingin terjadi lagi. Pemerintah harus membongkar saluran air, dan ditata ulang," katanya.

Terpisah, selama puluhan tahun baru kali ini puluhan rumah Warga RT 44 Kelurahan Kenali Besar Alam Barajo Kota Jambi. Menurut korban banjir, Rio Meki yang sudah tinggal selama 23 tahun ditempat itu, baru kali ini banjir membuat rumah mereka rusak, dan mereka harus memperbaikinya. Menurutnya banjir dengan ketinggian lutut orang dewasa itu disebabkan karena tak ada saluran air di perumahan tersebut.

"Disini ada empat perumahan. Tak ada dari pun yang memiliki saluran air," katanya.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak perumahan turut membantu warga yang terkena musibah banjir untuk memperbaiki rumahnya dan membangun saluran air di kawasan tersebut.