Kekerasan dunia pendidikan, Joko Purnomo Kabid SMP Disdik Tanjab Timur: Kita Terima Laporan Satu Kasus Pertahun


Kekerasan dunia pendidikan, waktoe | Ilustrasi

Kekerasan dunia pendidikan, waktoe | Ilustrasi

JAMBI - Darurat kekerasan di dunia pendidikan, dimana kekerasan kembali lagi, kasus kekerasan disekolah kembali terjadi di sejumlah daerah. Dalam rentang waktu hampir bersamaan, tiga kasus terjadi di Bekasi, Jakarta Timur, dan Purworejo Jawa Tengah. Di Bekasi,  kekerasan di lingkungan sekolah terjadi selasa lalu di SMA Negeri 12 Kota Bekasi dan videonya viral di media social.

Beberapa dinas pendidikan di kabupaten dan kota terus berupaya mengatasi dan mengantisipasi kekerasan di dunia pendidikan termasuk pencegahannya.

Dinas pendidikan kabupaten Tanjung Jabung Timur, melalui Memiati sekretaris dinas didampingi Joko Purnomo kabid SMP, kepada kantor berita waktoe (14/2) menyampaikan kekerasan di dunia pendidikan  terutama untuk tingkat SMP setiap tahunnya ada.

"Kekerasan ini berupa Bullying, Pencemaran nama baik, dan bentuk lainnya," Ungkap Joko Purnomo.

Rata-rata, pertahun hanya satu kasus yang dilaporkan itupun kejadian diluar jam sekolah, tetapi masalahnya berawal saat jam sekolah.

Kata Joko, Dengan adanya pelaporan kasus tersebut kita ada Standart Operasional Prosedure (SOP), penanganan dan tindak pencegahan serta mekanismenya.

ADA SANKSI KE GURU, MURID DAN KE SEKOLAHNYA, TERMASUK PEMANGGILAN WALI MURID DAN KESEPAKATAN UNTUK TIDAK MENGULANGI

Lanjut Joko Purnomo, ada beberapa sisi pencegahan yang kita lakukan dengan pelarangan peserta didik membawa Android ke dalam kelas, bahkan ada sekolah yang melarang Android ke sekolah. Disamping itu, ada kegiatan sholat dhuha bersama serta bekerja sama dengan pihak terkait seperti kepolisian dan kejaksaan.

Disampaikan Memiati Sekretaris Dinas Pendidikan, masih banyaknya sekolah di Tanjung Jabung Timur yang belum memiliki guru Bimbingan Konseling (BK) dan ini berefek banyak.

Dengan program Masyarakat berbasis sekolah (MBS), dan Peran serta Masyarakat (PSM), dalam dunia pendidikan dengan kehadiran orangtua wali murid (Komite Sekolah) diharapkan pencegahan adanya kekerasan didunia pendidikan dapat teratasi.

Hasna, kepala  SMP N 17 Tanjung Jabung Timur saat dihubungi via selulernya mengatakan di sekolahnya ada larangan bagi peserta didik membawa hp didalam kelas dan diperbolehkan jika ada mata pelajaran yang membutuhkan.

"Kita ada penitipan android/hp bagi siswa. Sebanyak 326 siswa kelas 7 hingga 9," Ujarnya.

Lanjut Hasna, untuk di SMPN 17, belum pernah terjadi tindak kekerasan, Guru kalau marah ya hanya dengan bicara.

"Kita selalu bekerjasama dengan komite sekolah, polsek dan ada guru agama," Pungkasnya.