Khusus Hewan Korban, Rita Hartati: Harus Ada Cincin Label Sehat


Rita Hartati kabid keswan kesmavet tunjukan cincin label sehat untuk hewan korban. Waktoe/ihsan

Rita Hartati kabid keswan kesmavet tunjukan cincin label sehat untuk hewan korban. Waktoe/ihsan

JAMBI - Hewan Ternak yang akan diperuntukan menjadi hewan Korban pada saat hari raya Idul Adha akan memiliki ciincin sehat dari tim kesehatan hewan dinas Perkebunan dan Peternakan.

Cincin sehat akan diberikan dua hari sebelum hari H,  manakala hewan memang dalam kondisi sehat yang ditentukan oleh tim keswan. Hal ini disampaikan oleh Rita Hartati Kabid Keswan dan Kesmavet, Disbunak Kabupaten Tanjab Timur kepada kantor berita waktoe (10/7), diruang  kerjanya. Tanjab Timur, Kamis, 11 Juli.

Rita Hartati menjelaskan, untuk stock hewan korban baik dari pedagang lokal maupun dari peternak langsung masih cukup.

Jika ditilik dari jumlah pedagang lokal terdapat sedikitnya ada 30 pedagang sapi,  yang berada di Geragai 2 dan 15 pedagang di Nipah dan yang lain tersebar didaerah-daerah baik pedagang besar maupun kecil.

Lanjut Rita, Pengawasan hewan korban oleh tim keswan didukung oleh tim penyangga hari besar keagamaan, baik yang terdapat di kabupatrn  dan lapangan.

Tugas mereka ini menghimpun data, dan pengawasan pemotongan, (antemortem dan posmortem) yang ada di 11 kecamatan sekabupaten Tanjab Timur.

"Para medis dan dokter hewan turun ke masjid-masjid untuk memeriksa", jelas kabid Keswan Kesmavet.

Di tahun 2018, kita memotong hewan korban berupa Sapi 490 ekor, Kerbau 52 ekor, kambing 306 ekor maka totalnya 848 ekor.  Jika ditahun 2017, terhitung 872 ekor, terdiri dari sapi 484 ekor,  kerbau 51 ekor, kambing 334 ekor, dan domba 3 ekor.

Fluktuasi penyembelihan hewan korban, dipengaruhi harga  hasil perkebunan, katanya.

Ditambahkan Rita Hartati, Penyakit cacing, merupakan penyakit yang sering dijumpai, maka sebelum disembelih dilakukan pemeriksaan dan ada anjuran ke pemilik agar melaporkan dan bisa diperiksa oleh tim keswan.

Label sehat H - 2, akan diberikan, hal ini bertujuan monitoring hewan akan baik,  karena jika rentang jauh tidak baik meskipun sebelumnya sudah di cek.

Pembelian cincin label sehat tidak ada biaya dalam pelayanan. Termasuk terhadap hewan dari luar tetap dipantau dari pedagang,  akan dilakukan pendataan. Jadi proses distribusi hewan akan terpantau dengan jelas.

Label sehat, yang diberikan oleh tim kesehatan hewan  tidak bisa dipindahkan karena terpasang di tali keluh sapi atau kerbau, dan jika di lepas akan patah.

Pemeriksaan penyembelihan ( posmortem), tetap diperiksa, yang tidak layak konsumsi kita kubur.

Tim keswan ada 4 dan di back up dari dokter hewan yang ada dan ditentukan tergantung  geografis. Namun diusahakan semua terjangkau.  

"Ini Kerja ekstra, terus bergerak, semua tercapai. masalah personil, karena bareng bareng memang agak keteteran", ujarnya.

Hewan korban di kabupaten Tanjab Timur di dominasi sapi Bali, Untuk jenis yang lain seperti simental, limosin dan Brahman kecil, pungkasnya.