Klaten Launching Rojolele SRINAR dan SRINUK


Festival wiwitan padi, dalam peluncuran padi Rojolele Klaten. Waktoe/istimewa

Festival wiwitan padi, dalam peluncuran padi Rojolele Klaten. Waktoe/istimewa

SOLO – Setelah melalui proses panjang, akhirnya Padi Rojolele SRINAR dan SRINUK diluncurkan. Launching varietas padi lokal kebanggaan Klaten dikemas dalam rangkaian panen serta festival sego wiwit Rojolele, (22/10) di Lahan Penanaman Padi Rojolele SRINAR dan SRINUK Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Klaten. Klaten, Selasa 22 Oktober.

Acara yang bertujuan untuk mensosialisasikan keberhasilan tahapan riset di bidang pertanian sekaligus mengenalkan produk hasil riset Kabupaten Klaten dihadiri sekitar 1.500 tamu undangan yang terdiri dari tamu dari BATAN, KEMENTAN, KEMENRISTEKDIKTI, Forkompimda, Dinas Terkait dari Provinsi Jawa Tengah, Seluruh anggota DPRD Klaten, seluruh kepala OPD, seluruh camat, seluruh kepala desa, seluruh ketua BUMDes serta perwakilan dinas terkait di lingkup eks karesidenan Surakarta atau wilayah Soloraya. 

‘’Momen ini sudah lama dinantikan, yakni sejak kerjasama dengan PAIR BATAN sekitar 6 tahun lalu sejak tahun 2013. Dengan proses panjang baik uji laboratorium maupun uji lapangan, dengan melibatkan para tenaga ahli BATAN, petani peneliti, birokrasi kelitbangan di Bappeda Klaten dan Dinas Pertanian Kabupaten Klaten akhirnya pada tanggal 27 juni 2019 berhasil lolos sidang pelepasan varietas dengan 2 varietas yang lolos yaitu Rojolele SRINAR dan Rojolele SRINUK,’’ kata Kepala Bappeda Klaten, Sunarna

Nama SRINAR diambil dari kata SRI (Dewi Padi) dan potongan dari kata BERSINAR yang merupakan slogan Klaten, BERSINAR dapat diartikan juga Beras Sehat Inovasi Radiasi. Sedangkan SRINUK yang berasal dari kata SRI (Dewi Padi) dan kata INUK yang berarti sangat enak sekali, atau dapat diartikan juga sebagai singkatan Inovasi Nuklir Klaten.

Sementara itu, Bupati Klaten dalam sambutannya mengatakan bahwa SRINAR dan SRINUK adalah inovasi nyata dari Klaten untuk Indonesia. Klaten yang memang identik dengan pertanian, telah berhasil menjadikan inovasi sebagai prioritas yang berorientasi pada hasil-hasil yang nyata. 

‘’Dengan cara itu, pembangunan sektor pertanian ini menjadi pintu masuk untuk mengatasi masalah kemiskinan maupun menekan ketimpangan dan kesenjangan. Sektor pertanian ini harus dikembangkan menjadi alat rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama,’’ tegas Bupati.

Dalam acara ini, juga dilakukan penyerahan SK Pelepasan Varietas Padi Rojolele serta menyerahkan Dokumen Pendaftaran Kepemilikan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian kepada Bupati Klaten. Selain itu, juga dilangsungkan Sambung Rasa oleh bupati bersama petani.

Gelaran acara ini semakin meriah dengan Festival Sego Wiwit Rojolele yang melibatkan seluruh desa di Kecamatan Karanganom maupun pameran produk unggulan Kecamatan Karanganom.