Koperasi NMM Tidak Ada MoU Penyaluran Beras PNS di Tanjab Timur, Ini Realitanya


Salah satu RMU dan Gudang beras. Waktoe/istimewa

Salah satu RMU dan Gudang beras. Waktoe/istimewa

JAMBI -  Keberadaan koperasi Nibung Maju Merakyat yang menaungi 8 penyalur beras PNS pemkab Tanjab Timur  berupaya membantu permodalan Pengusaha penyalur  beras PNS, begitu juga terhadap anggota lainnya.q Tanjab Timur, 5 Juli.

Mustapa, ketua koperasi Nibung Maju Merakyat, yang juga penyalur beras menyampaikan kepada kantor berita waktu (5/7), pendirian koperasi dilatarbelakangi sebenarnya giat kebutuhan beras oleh Asosiasi Pengusaha Beras (Aspras) yang  waktu itu ditawari bupati kerjasama dengan Kabupaten Lingga, untuk penyaluran beras dan juga sebagai wadah kegiatan ekonomi.

Koperasi lahir untuk membantu anggota soal modal.

" Namanya pengusaha tapi dasarnya dari kelompok tani, Gapoktan", ujar Mustapa.

Kata Mustapa, koperasi NMM, tahun 2018 resmi mendapatkan badan hukum dari kementrian koperasi kab Tanjab Timur dengan jumlah anggota ada 36 anggota, yang didalamnya ada 8 penyalur.

Anggota yang gabung pengin mendapatkan asas manfaat, karena ada simpan pinjam,  pengadaan beras, jual beli berasnya.

Pendistribusian beras ini tidak hanya  ke PNS tetapi juga ke masyarakat luar dan kab sekitar.

Tadinya Aspras berpedoman adanya  penunjukan melalui SK bupati no 6 tahun 2017,
Namun sebelumnya mulai 2015 penyaluran beras sudah di jalankan meskipun belum secara menyeluruh.

Diperkirakan waktu itu hanya 700 kg per bulan, melihat hal itu pemkab berharap seluruh   ASN dapat,
maka kita kumpulkan gapoktan dan penyalur.

Dan 2016 dipanggil lagi untuk bersama menyalurkan beras ke PNS,  Namun waktu itu hanya OPD di kabupaten. 2017 langsung diterapkan  sistim zonasi dalam penyaluran karena rata rata penyalur juga berbasis di kecamatan.

Dari 11 kecamatan hanya 3 kecamatan  yang tidak bisa menghasilkan beras karena tidak ada lagi lahan pertanian akibat alih lahan ke perkebunan. Tiga kecamatan itu adalah Mendahara Ilir, Mendahara Ulu dan  Kuala Jambi. Padahal ketiga kecamatan tersebut dulunya jadi sentra lumbung padi.

Dengan penyaluran beras ASN kita mampu menjamin harga beras tidak anjlok meskipun saat panen raya.
Adanya koperasi NMM memiliki kekuatan maka melalui bank Jambi mendapatkan
support  modal  yang diberikan ke penyalur tetapi keuntungan dari penyaluran beras memang  tidak masuk ke koperasi karena MoU nya pribadi penyalur.

Keuntungan Koperasi didapatkan dari pengadaan kemasan dan dijual oleh penyalur saja, selanjutnya keuntungan lainnya adanya kerjasama dengan bulog penyaluran sembako, sementara masih untuk anggota, kedepan  Masyarakat boleh membeli langsung ke koperasi.

Koperasi NMM yang berada di jl wr supratman, Kramas sebagai koperasi produsen akan terus berkembang.

Saat disinggung Penyalur ada yg memakai alat bantuan program  penguatan - LDPM, Mustapa tidak mengetahui, mungkin saja bisa atau alat pribadi.

Kata Mustapa, Sukofindo telah memberikan sertifikat selama 2 tahun (2017-2018, red)  menyatakan tidak ada residu bahan pengawet dalam kemasan produk. Tetapi memang dalam proses produksi pertanian masih memakai pupuk dan bahan kimia.

Estimasi keuntungan penyalur beras ASN, berupa modal 9000,- untuk pembelian beras dan ada beberapa komponen, seperti kemasan 300 rupiah perkg, sortir beras (karena mesin masih 1 pass), biaya kemasan, transportasi, dan bongkar muat.  Maka, Keuntungan diangka 200,- rupiah perkg dengan harga jual rata rata 10.800 rupiah per kilo.

Faktor resiko sering kali terjadi, kalau kandungan gabah banyak harus giling ulang. Harga jual 10.800,- untuk OPD,   ada beberapa daerah di simpang datu mencapai  11.000,-  di Berbak  hanya 10.300,- karena PNS ambil di gudang karena lewat jalur penggilingan padi mereka langsung ambil, tetapi di Mendhara Ilir mencapai 11.100,- rupiah karena biaya transport mahal.

Sebenarnya angka keuntungan 200  rupiah sudah cukup bagus, bagi kami penyalur karena pasaran sudah tetap.

Jika di kalkulasi hasil beras petani pertahun,   42.000 ton produksi beras dan yang terpakai untuk program beras ASN baru sekitar 384 ton  pertahun setara dengan 0,9 persen serapan program beras ASN.

Upaya lain ditempuh koperasi sedang menjalin kerjasama lintas OPD, kementrian agama, kejaksaan, kepolisian,  dan beberapa perbankan dan ponpes, agar serapan beras semakin baik.

Ditambahkan, Mustapa ketua koperasi yang juga juga penyalur untuk OPD, dia sendiri mendapat kouta sekitar 10 ton per bulan. Dan, ada kesepakatan penyalur, jika ada beras petani yang kualitasnya standar dihargai kurang dari 9000 maka akan mendapatkan punishment.

"Banyak petani yang langsung antar ke penyalur karena  mengetahui berasnya bagus, dihargai bagus juga", ujarnya.

Kata Mustapa, kondisi normal produksi beras petani di bulan Januari - Oktober, sedang  yang sulit di Nopember hingga  Desember, namun  stock masih ada di penggilingan dan ini yang seringkali dipermainkan harga minta tinggi.

Meski Koperasi mendapatkan bantuan kredit  dari bank Jambi 200 juta, rupiah memakai agunan sertifikat anggota, sudah sangat membantu untuk saat sekarang, namun sebetulnya masih sangat jauh dari cukup, sementara kita butuh diangka 32 ton per bulan, jadi kebutuhan modal 288 juta sebagai modal utama.