Limbah PKS Bermasalah, Firmansyah: Kita Akan Tindak


IPAL sawit. waktoe/ Ihsan

IPAL sawit. waktoe/ Ihsan

JAMBI - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muarojambi mengklaim pengelolaan limbah  cair milik perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayahnya semakin membaik. Berbeda jauh dengan kondisi dua tahun sebelumnya, limbah cair yang dihasilkan PKS di wilayah tersebut rata-rata bermasalah atau tidak sesuai dengan standar baku mutu.

“ Dulu rata-rata bermasalah, sekarang sudah semakin baik setelah rutin kita cek ke lapangan,” kata Firmansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Muaro Jambi, kepada Kantor berita Waktoe Senin (14/1).

Kata Formansyah, Limbah PKS ini ada dua macam yaitu limbah tandan kosong dan limbah cair dari hasil pengolahan buah sawit.

Firmansyah mengatakan kalau pihaknya benar-benar serius mengawasi pengelolaan limbah milik PKS di Muaro Jambi. Keseriusan DLHD telah dirasakan oleh PT BAM. Aktivitas PKS milik PT BAM yang beroperasi di Kecamatan Sungai Gelam dihentikan secara paksa pada 2017 silam. Sanksi tegas itu diberikan karena limbah PKS milik PT BAM ditemukan bermasalah dengan kondisi melebihi standar baku mutu.

“ Kita sudah tegur secara baik-baik, tetapi masih membandel juga. Makanya aktifitas PKS itu langsung Kita hentikan,” ujarnya.

Firmansyah menyebut sejak dirinya menjabat Kepala DLHD Muaro Jambi, pengelolaan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayahnya selalui dipantau tiap bulan. Sampel limbah yang dihasilkan masing-masing PKS rutin diambil petugas guna memantau standar baku mutu yang ditetapkan yaitu pH sebesar 6,0 - 9,0.

“ Tiap bulan ada rapor untuk masing-masing PKS tersebut, sebelumnya itu tidak pernah diberlakukan. Dengan sistim yang Kita berlakukan tersebut, Pengelolaan limbah oleh masing-masing PKS semakin baik,” ucapnya.

Di Kabupaten Muaro Jambi saat ini terdapatsebanyak 20 PKS. Limbah masing-masing PKS tersebut tidak pernah luput dari pantauan DLHD. Tiap limbah akan dicek dan diuji untuk mengetahui Arsen, BOD,COD,PSS, Minyak, Lemak, Nitrogen dan PH. “ Enam parameter ini selalu kita uji untuk mengetahui tingkat baku mutu limbah,” tegasnya.

Firman mengakui meskipun secara umum telah banyak peningkatan, tidak berarti limbah cair yang dikelola PKS sudah clear. Masalahnya, DLHD masih menemukan adanya limbah cair yang melampaui standar baku mutu. Kejadian itu pernah terjadi di PT Brahma. PH Limbah PT.Brahma berada pada angka 9,2.

“ Mungkin karena pengaruh hujan, jadi penampungannya meluap. Tentu Kami memberikan peringatan agar tanggul penampungan limbahnya ditinggikan,” bebernya.

Menurut Firman, secara umum pengelolan limbah PKS di bumi Sailun Salimbaisudah berjalan cukup baik. Intensitas teguran dan sanksi tegas yang diberikan DLHD telah membuat pihak perusahaan pemilik PKS benar-benar serius dalam pengelolaan limbah. “ Sekarang PKS rata-rata memakai konsultan, termasuk PT BAM yang pernah Kita hentikan. Pengelolaan limbahnya sudah sangat baik,” tandasnya

Sedangkan untuk limbah Tandan Kosong (Tankos) masih banyak perusahaan yang membiarkan begitu saja tanpa atap pelindung dan hal itu Tankos disaat kena panas dan hujan akan menghasilkan Lindi (Leacheat) yang sangat berbau dan mengandung unsur Besi (Chemical) dan Seng yang sangat berbahaya jika mengalir hingga ke sumber mata air dan akan mengganggu kesehatan lingkungan.

Potensi Tankos sebetulnya sangat baik untuk diolah menjadi pupuk organik, atau sebagai salah satu bahan pokok pembuatan pakan ternak.

Saat disinggung dugaan adanya kandungan merkuri, Firmansyah menjelaskan dari hasil penelitian tidak ada kandungan merkuri yang dihasilkan dari limbah PKS. Namun yang terpenting sistim pengolahan limbahnya harus benar.

Seperti pembuatan kolam An Aero dan Aero, penyaringan, pendinginan harus diperhitungkan dengan besarnya produksi perjamnya.

Pembuatan kolam dengan kedalaman galian 3 meter tetapi air limbah harus 5 meter maka ketinggian tanggul minimal 2 meter.

"Volume kolam harus disesuaikan dengan besaran produksi perjam nya, jika tidak sesuai (lebih kecil) dipastikan terjadi pelanggaran", pungkasnya.