MEMBANGUN KAPASITAS DIRI


Isimewa/Dan

Isimewa/Dan

Oleh: Bahren Nurdin

Sejak beberapa tahun terakhir saya banyak terlibat dalam memberikan seminar-seminar yang bertemakan membangun kapasitas (capacity building) di berbagai instansi baik pemerintahan maupun swasta. Capacity building menjadi sauatu yang banyak menyita perhatian berbagai instansi tersebut karena menyangkut target dan capaian yang hendak diraih. 

“Kapasitas adalah kemampuan individu dan organisasi atau unit-unit organisasi untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kapasitas juga dapat diartikan dalam konteks sistem dimana suatu entitas bekerja untuk mencapai tujuan bersama berdasarkan proses dan aturan-aturan baku tertentu.” (UNDP, 1998). 

Secara sederhana kapasitas itu dapat diartikan sebagai kemampuan individu dan organisasi untuk mencapai kinerja secara efektif dan efisien sesuai tugas dan fungsinya. Maka secara garis besar, kapasitas itu ada pada tiga tingkatan yaitu, individu, lembaga dan sistem. Mari kita diskusikan pada artikel singkat ini khusus mengenai kapasitas diri (individu). Apa saja yang harus ditingkatkan pada diri individu untuk mencapai kualitas yang diinginkan.

Pertama, ilmu pengetahuan. Seseorang yang memiliki kapasitas adalah yang memiliki ilmu pengetahuan di bidang yang ia geluti. Artinya, ilmu pengetahuan menjadi sangat penting untuk mencapai kemampuan individu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam sutau organisasi. Agaknya inilah yang menjadi dasar abgi banyak perushaan atau instansi tertentu mengisyaratkan tingkat pendidikan tertentu dalam menerima karyawan. 

Kedua, keterampilan (skill). Imu pengetahuan terkadang tidak cukup untuk melihat kapasitas seseorang, tapi harus juga ditambah dengan keterampilan. Berilmu belum tentu terampil. Maka kapasitas diri harus dibarengi dengan keterampilan. Robbins (2000) merumuskan keterampilan dalam empat kategori dasar yaitu, Basic Literacy Skill, merupakan keahlian dasar yang sudah pasti harus dimiliki oleh setiap orang seperti membaca, menulis, berhitung serta mendengarkan.

Selanjutnya adalah technical skill yang merupakan keahlian secara teknis yang didapat melalui pembelajaran atau pelatihan dalam bidang teknik seperti mengoperasikan computer, bengkel, mengoprasikan alat-alat tertentu,  dan alat digital lainnya. Skill ini didapat tidak hanya melalui bangku sekolah atau kuliah tapi bisa melalui balai latihan kerja atau pelatihan-pelatihan khusus.

Yang tidak kalah pentingnya adalah interpersonal skill yang merupakan keahlian setiap orang dalam melakukan komunikasi satu sama lain seperti mendengarkan seseorang, memberi pendapat, dan bekerja dalam tim. Keterampilan ini dapat dikembangkan melalui menimba pengalaman dengan mengikuti berbagai organisasi. Keikutsertaan dalam oraganisasi akan mengasah kemampuan interpersoanal seseorang. 

Sama halnya dengan problem solving yang merupakan keahlian seseorang dalam memecahkan masalah dengan menggunakan logikanya. Dalam menyelesaikan masalah, seseorang yang memiliki kapasitas yang baik akan mampu menyelesaikan masalah tampa menimbulkan malasah. Maka, dewasa ini, penyelesaian masalah merupakan suatu keterampilan yang sangat dibutuhkan.

Akhirnya, kapasitas diri dapat dibangun paling tidak melalui dua hal yaitu ilmu pengetahuan dan keterampilan. Kedua-duanya sangat penting untuk meningkatkan kapasitas diri dan siap untuk hidup di zaman sekarang ini. Jika tidak, seseoarang akan digilas oleh zaman. 

*Akademisi UIN STS dan Motivator*

Tags