Mereka Yang Hidup Di Perkampungan Banjir


Ibu rumah tangga mengantar anaknya berangkat sekolah dengan naik perahu. waktoe/ Ihsan Abdulah Nusantara

Ibu rumah tangga mengantar anaknya berangkat sekolah dengan naik perahu. waktoe/ Ihsan Abdulah Nusantara

JAMBI - Musim penghujan berimbas bagi aktifitas warga masyarakat. salah satu titik banjir tahunan di desa Pematang rahim, kecamatan mendahara Ulu Kabiupaten tanjab Timur Provinsi Jambi ini kerap menjadi  langganan banjir. Sabak, 21 Februari.

Kawasan Perkampungan warga RT 07 Desa Pematang Rahim, setiap musim penghujan terus saja kebanjiran. Banjir ini sebagian masuk kerumah rumah warga. meskipun rumah warga hampir semua dibuat dengan rumah panggung, namun akses jalan jika banjir tertutup tak bisa dilalui.
sebagian yang memiliki perahu akan menggunakannya baik itu keladang maupun ke jalan besar termasuk aktivitas dipagi hari untuk mengantar anak sekolah.

seperti yang disampaikan Sigit Purwanto warga Rt 07 mengatakan, kita kesulitan dalam aktifitas keseharian jika terjadi banjir. seperti saya harus antar anak sekolah kadang kita gendong, karena perahu kecil bantuan pemerintah tahun 2016 kondisinya bocor, maka harus hati hati.
"warga memang kesulitan jika kondisi banjir dan untuk surut pun, butuh waktu sebulan jika tidak ada hujan lagi", cetusnya.

Senada Nurdin (48), warga setempat pun mengharapkan pemerintah ada perhatian ter4hadap warga dengan membangunkan jalan permanen, dengan begitu warga tidak kesulitan lagi untuk keluar rumah.
"selama ini kita kurang diperhatikan oleh pemerintah", pungkasnya.

Hasil pantauan kantor berita waktoe, air meluap dari sungai induk sungai Simpang Kiri yang terjadi pendangkalan dan debit air kiriman yang besar dari perkebunan disekitar sungai. Sungai Simpang Kiri  terpantau terjadi kebuntuan akibatr belukar sepanjang 3 KM dan terjadinya penyempitan sungai akibat jarang dilakukan pembersihan sungai.
Warga masyarakat sangat berharap sungai ini dilakukan pembersihan oleh perkebunan yang berada disekitar sungai, sebagai kewajiban menjaga ekosistem/lingkungan sekitar.

Kabid Pengairan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanjab Timur. Dedy saat di hubungi mengatakan akan melakukan crosscek dilapangan untuk melihat kondisi sungai induk Simpang Kiri. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada tindakan dari pihak pemerintah  untuk melakukan upaya dini penanggulangan banjir musiman ini.

Kondisi  banjir ini juga melumpuhkan aktifitas warga pekebun karena kebun mereka yang rata rata ditanami sawit maka gak bisa pemanen karena kebunnya juga banjir.