Mobil Dinas Disemprot Disinfektan dan Dikandangkan


Penyemprotan Disinfektan pada mobil dinas sebelum dikandangkan. Waktoe | Ihsan

Penyemprotan Disinfektan pada mobil dinas sebelum dikandangkan. Waktoe | Ihsan

JAMBI - Salah satu himbauan bupati Romi Hariyanto tentang ASN dan PHTT harus tinggal di wilayah Tanjab Timur dan tidak boleh keluar mulai Selasa, 24 Maret, dilaksanakan. Keluar masuk orang dari Tanjung Jabung Timur atau sebaliknya diawasi.

Seluruh mobil dinas para pejabat dilingkup pemkab Tanjung Jabung Timur, setelah dilakukan penyemprotan Disinfektan oleh petugas kesehatan dari dinas Kesehatan dan PMI Tanjab Timur, semuanya dikandangkan. Seluruh kunci diambil oleh petugas Satpol PP dan diberi tanda masing-masing kemudian di kumpulkan dalam satu tas pastik yang disemprot disinfektan dan disegel/diikat.

Salah satu personil satpol PP, mengatakan, Iya mas, seluruh kunci di kumpulkan, apalagi besok (Rabu, 25/3) libur.

Terkait dengan himbauan bupati seluruh ASN dan PHTT harus berada di wilayah kabupaten Tanjung Jabung Timur, Hadi Firdaus Kepala BKSDM  Tanjab Timur kepada Kantor berita waktoe mengatakan, setelah dilakukan penyemprotan disinfektan, dan kunci dikumpulkan jadi satu, ASN harus tinggal di Tanjab Timur, tidak boleh keluar.

Hadi Firdaus Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia menyampaikan terkait himbauan bupati agar ASN dan PHTT berada di wilayah kabupaten Tanjung Jabung Timur, secara spesifik himbauan bupati hanya untuk eselon IV, III dan II dan PHTT.  Nah bagi yang tidak punya rumah di Tanjab Timur mereka kita tempatkan di Mess Diklat dan Rumah-rumah Dinas.

"Sesuai Instruksi Presiden, kan untuk staff sudah bekerja dari rumah, jadi ini hanya untuk eselon IV hingga II saja yang diwajibkan di wilayah Tanjab Timur", jelasnya.

BA'CA JUGA :

http://waktoe.com/content/bupati-romi-hariyanto-stop-pedagang-pasar-kalangan-dari-luar

Kata Hadi Firdaus, Kita akan evaluasi nanti sesuai kondisi yang berkembang. Sementara ini sesuai himbauan Bupati seperti itu.