O-Parking Bandel, Pemda Minta Bantuan Kejari Tarik Pajak


Kantor BPPRD Muaro Jambi. Waktoe/istimewa

Kantor BPPRD Muaro Jambi. Waktoe/istimewa

JAMBI - Menghadapi PIhak manajemen O-Parking yang bandel karena hingga saat ini disebut belum memenuhi kewajiban mereka membayar pajak  ke Pemkab Muarojambi. PT Lima Anak Bangsa (LAB) yang mengelola parkir berbayar di Kampus Univrsitas Jambi di Mendalo diduga telah ngeplang pajak. Muaro Jambi, 23 Agustus.

Sulitnya menagih pajak ini, alhirnya Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) kabupaten Muaro Jambi secara resmi telah memberi kuasa kepada Kejari Muaro Jambi untuk menagih pajak kepada PT. LAB selaku pengelola O-Parking. 

Langkah ini ditempuh lantaran setelah berulang kali BPPRD melakukan upaya penagihan akan tetapi PT.LAB tidak kunjung memenuhi kewajibannya. 

"Saat ini diambil alih Kejari. Kita serahkan kewenangan penagihan dengan surat kuasa secara resmi," kata Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) kabupaten Muaro Jambi, Faturahman, Kamis (22/8)

Faturahman mengatakan penagihan pajak daerah dari pengelola O-Parking masih dalam proses. BPPRD Muaro Jambi mempercayakan proses penagihan itu sepenuhnya kepada Kejari Muaro Jambi. 

"Sampai hari ini pihak O-Parking belum membayar pajak daerah, kita percayakan sepenuhnya kepada kejaksaan," ujarnya

Pemungutan pajak daerah terhadap pengelolaan parkir diatur dalam Perda Muaro Jambi No.18 Tahun 2016. Pihak pengelola O-parking wajib mengeluarkan pajak daerah sebesar 30 persen dengan menggunakan sistim Self Assesment (penghitungan sendiri). Angka 30 persen itu dihitung dari pemasukan yang diterima perusahaan. 

Faturahman mengatakan, dalam pemungutan pajak daerah pihaknya mengedepankan cara persuasif. BPPRD mengawalinya melalui tahapan sosialisasi serta melayangkan surat untuk mengingatkan wajib pajak. 

"Semua tahapan sudah kita lakukan, tapi mereka belum juga membayar. Makanya kita limpahkan ke kejaksaan. Mudah-mudahan proses ini segera membuahkan hasil," Pungkas Faturahman.