Operasional SPBU Sabak Dipertanyakan, Ini Masalahnya


Aktifitas pengisian BBM bersubsidi di SPBU Sabak ke dalam Jerigen jerigen didalam pick up, pengisian dimalam hari setelah SPBU tutup dan dinyatakan habis oleh opetator saat pelayanan disiang hari. Waktoe/ Istimewa

Aktifitas pengisian BBM bersubsidi di SPBU Sabak ke dalam Jerigen jerigen didalam pick up, pengisian dimalam hari setelah SPBU tutup dan dinyatakan habis oleh opetator saat pelayanan disiang hari. Waktoe/ Istimewa

JAMBI - Antrian panjang motor dan mobil pribadi warga yang antri di SPBU Sabak bahkan hingg meluber sampai jalan raya. 

Operasional SPBU Sabak menjadi sorotan warga masyarakat. Pasalnya SPBU ini seringkali habis meskipun droping pengisian BBM dari Pertamina baru saja dilakukan sekitar 4 hingga 5 jam kemudian. Tanjab Timur, 20 Juli.

Diperoleh informasi dari Fixser yang berada dilokasi mengatakan, Pom Bensin satu satunya di Sabak ini, operator sering kali mengatakan BBM habis, meskipun pengisian dari pertamina baru saja di lakukan. 

"Anehnya, malam harinya setelah SPBU tutup terjadi aktifitas pengisian BBM ke jerigen-jerigen berkapasitas 25 literan yang diangkut memakai pickup", ujar fixser.

Belum lagi pengisian BBM bersubsidi jenis premium yang digunakan untuk masyarakat umum juga dipakai oleh mobil mobil plat merah yang notabene seharusnya memakai BBM non subsidi sesuai regulasi yang ada.

Senada disampaikan Hidayatullah Dachi ketua LSM Gaung Demokrasi Indonesia kabupaten Tanjab Timur yang menyampaikan kepada kantor berita waktoe (18/7), aktifitas  pengangkutan BBM jenis Premium dan Solar bersubsidi di SPBU Sabak memang aneh, karena dilakukan dinihari, padahal disaat masih buka, operator pompa bensin maupun solar mengatakan habis, dan yang ada tinggal jenis pertamak.

"Aktifitas lansir BBM bersubsidi pada dinihari disinyalir atas perintah management meskipun personil operator tidak ada. Yang melakukan sopir pelansir dan Satpam SPBU", ujarnya.

Kata Dachi, Sugiyanto selaku manager SPBU Sabak saat dipertanyakan mengenai aktifitas pengisian dimalam hari tersebut tidak tahu dan cenderung melempar tanggungjawab ke Awalludin dan Tono.

Namun, dimalam harinya kami bersama warga sempat memeriksa dan mempertanyakan proses lansir BBM kepada sopir, dan sopir tersebut menunjukan surat Delivery Order (DO) untuk kecamatan Kuala Jambi.

Dan, saat kami telusuri nama Awalludin yang dikatakan bertanggung jawab dalam aktifitas lansir malam hari ternyata salah satu ASN di Pemda Tanjab Timur. Sedang Tono tidak diketahui profesinya dan juga tidak masuk dalam struktur management SPBU Sabak. Namun Tono diyakini yang bertanggung jawab dalam langsir BBM untuk kebutuhan ditingkat kecamatam.

Awalludin yang disebut sebut pengelola oleh Sugiyanto (manager SPBU, red), menjelaskan kepada awak media, pengisian BBM bersubsidi yang dilakukan dinihari agar tidak mengganggu aktifitas pelayanan disiang harinya.

"Pengisian BBM Subsidi di malam hari itu untuk kebutuhan BBM di setiap kecamatan berdasarkan MoU pemerintah kabupaten Tanjab Timur dengan pihak SPBU", jelasnya.

Ditambahkan Fixser, praktek lansir BBM bersubsidi pada malam hari rata-rata permalam dengan 4 armada pickup dengan volume muat per armada 1.815 liter dengan jumlah total muat 7.260 liter.

"Dari total muatan BBM bersubsidi itu biasanya terbagi jenis premium dan solar", ujarnya.

Padahal pasokan BBM bersubsidi, dari Pertamina diduga rata rata perhari diperkirakan sekitar 8.000 liter dan Solar diperkirakan hampir sama.

Ada dugaan juga, sisa BBM bersubsidi setelah dilansir pada malam hari tersebut baru diperuntukan masyarakat umum. Namun alih alih murni untuk masyarakat, tetapi ternyata masih diambil pengecer dan industri yang mengambil BBM bersubsidi dengan cara main mata dengan operator SPBU.

Diketahui SPBU Sabak beroperasi dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB, namun disekitar pukul 17.00 WIB sudah dinyatakan habis.

SPBU Sabak dibawah perusahaan  PT Cantika Mandiri  yang diketahui milik Keluarga Abdullah Hich mantan bupati Tanjung Jabung Timur 2 periode.