Pemkot Yogyakarta Gelar Pameran Gaya Jogja


Suasana pembukaan Pameran Gaya Jogja di Plaza SO 1 Maret, Kamis (11/7). (Foto : Diskominfosan Kota Yogyakarta)

Suasana pembukaan Pameran Gaya Jogja di Plaza SO 1 Maret, Kamis (11/7). (Foto : Diskominfosan Kota Yogyakarta)

Waktoe.com - Pemerintah Kota Yogyakarta terus berkomitmen dalam memajukan dan mengembangkan berbagai potensi industri kreatif khususnya dari pelaku usaha kecil mikro di Kota Yogyakarta.

Hal ini dibuktikan Pemkot Yogyakarta dengan menggelar pameran Gebyar Karya Jogja atau Gaya Jogja yang bertujuan mengangkat potensi kerajinan dan ekonomi kreatif usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta.

Dalam event tersebut terdapat 70 stand yang terdiri dari 25 stand binaan dari Dinas Koperasi UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, 20 stand binaan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, dan 25 stand binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta.

Dalam pembukaan pameran tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta bersama seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta tampil layaknya peragawan dan peragawati dengan berlenggak-lenggok di catwalk sembari menampilkan busana karya pelaku UMKM di Kota Yogyakarta.

Busana yang ditampilkan pun cukup beragam mulai dari batik dan lurik atau kombinasi keduanya.

Selain batik tradisional khas Yogyakarta, juga ditampilkan batik yang dibuat dengan teknik shibori, jumputan hingga eco-print yang menampilkan warna-warna alam.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan event tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot Yogyakarta dalam mengembangkan berbagai potensi industri kreatif khususnya dari pelaku usaha kecil mikro di wilayah Kota Yogyakarta. 

“Ada banyak potensi yang dimiliki pelaku usaha kecil mikro yang bergerak di industri kreatif. Misalnya di fashion,” ujarnya di sela-sela pembukaan acara Gaya Jogja di Plaza SO 1 Maret Yogyakarta, Kamis, (11/7/2019).

Menurut Heroe kualitas batik dan lurik yang ada tidak kalah saing dengan kualitas produk fashion lain.

"Batik dan lurik akan dikenakan sebagai pakaian kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, misalnya setiap Jumat mengenakan lurik, atau bisa mengenakan batik shibori, jumputan hingga ecoprint,” katanya

Dalam event ini juga menyajikan aneka sajian kuliner tradisional hingga kuliner yang kekinian serta pameran animasi.

Ia berharap, guna memberikan hasil yang lebih maksimal, kedepan pameran Gaya Jogja tidak hanya akan digelar selama empat hari saja, namun akan digelar lebih lama sekitar satu minggu.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Heri Karyawan mengatakan, seluruh produk yang ditampilkan dalam pameran tersebut merupakan hasil kreasi dan inovasi pelaku UKM dari kota Yogyakarta.

“Harapannya, pameran yang sengaja digelar di pusat wisata Kota Yogyakarta ini tidak hanya menarik minat warga Kota Yogyakarta saja tetapi bisa dinikmati wisatawan. Produk dari Kota Yogyakarta pun bisa semakin dikenal luas,” katanya.

Dalam kegiatan pameran tersebut, Heri menyebut, target omzet bukan menjadi tujuan utama yang ingin dicapai tetapi yang lebih diharapkan adalah munculnya interaksi antara pengunjung dengan pelaku UKM.

“Kami pun akan memanfaatkan kegiatan ini untuk memetakan kembali potensi industri kreatif secara komprehensif sehingga bisa menjadi bahan evaluasi untuk kebijakan di masa yang akan datang,” pungkasnya.