Pengangkatan PTT Nakes, Yes Isman: Jangan Dimanfaatkan


ilustrasi bidan. waktoe/ihsan

ilustrasi bidan. waktoe/ihsan

JAMBI - Sebanyak 31 orang Bidan PTT Kabupaten Muaro Jambi yang telah mengikuti seleksi CPNS pada 2016 lalu dipastikan akan diangkat menjadi CPNS tahun ini. Dengan terbitkan regulasi dari Pemerintah pusat melalui Kepres No 25 tahun 2018 sebagai payung hukum pengangkatan para Bidan PTT yang berusia di atas 35 tahun tersebut.

" 31 Bidan PTT ini sebelumnya sudah mengikuti ujian CPNS, tapi tidak bisa diangkat lantaran usianya sudah di atas 35 tahun, dengan terbitnya Kepres No 25 tahun 2018, mereka akan segera diangkat menjadi CPNS, " kata Yes Isman, Senin (14/1).

Yes Isman sekdis Kesehatan ini menyebut bahwa ada beberapa tahapan yang akan dan telah dilalui dalam proses pengangkatan CPNS Bidan PTT. Tahap awal, dengan keluarnya data dari Kemenkes terkait nama nama PTT yang akan diangkat kemudian Bupati Muaro Jambi terlebih dahulu melaksanakan MoU dengan Kemenkes, kemudian akan dilakukan entri e-formasi ke KemenPAN &RB pada Februari.

Selanjutnya diawal Maret diperkirakan sudah ada penetapan dari KemenPAN dan selanjutnya disampaikan ke Pemda.

" MoU Bupati dengan Kemenkes sudah dilaksanakan. Selanjutnya, pada Februari mendatang akan dilakukan entri E-Formasi dari daerah. Yang melaksanakan pihak BKD, Kita sifatnya hanya membantu, karena mereka yang memiliki pasword untuk mengentri datanya," beber Yes

Masih di Maret 2019, dengan adanya penetapan dari  KemenPAN TB dilanjutkan pemberkasan pertimbangan NIP dan penetapan NIP dari  BKN Regional Palembang pada April.

" Jika tidak ada kendala, Mei 2019, Mereka akan menerima SK pengangkatan dari bupati, " ujar Yes Isman.

Yes Isman menjelaskan bahwa 31 Bidan PTT ini sebenarnya sudah lulus pada 2016 lalu. Mereka tidak bisa diangkat dikarenakan terbentur UU ASN.

" Jadi tidak ada tes lagi, mereka langsung diangkat dengan payung hukum Kepres 25 tadi, " tegasnya.

Yes menyampaikan kalau dalam proses pengangkatan ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Dirinya akan memantau dan mengawal proses pengangkatan supaya berjalan bersih dan transfaran.

" Jangan ada yang coba-coba bermain, akan saya kawal trus. Apalagi 31 nama itu sudah ada di simpeg kemenkes, tidak akan bisa dirubah, " terangnya.

31 Bidan PTT tersebut seluruhnya masih aktif. Mereka masih menerima gaji setiap bulan dari pemerintah pusat. Gaji Bidan PTT ini akan berakhir Juni 2019. Sebab, pada Juli mereka sudah menerima gaji CPNS.

Dini Yudarsi, Bidan PTT yang bertugas di Desa Suko Awin Jaya, Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi menyambut gembira rencana pengangkatan Bidan PTT berusia di atas 35 tahun. Dia menyatakan sangat bersyukur karena pemerintah akhirnya memperhatikan nasib dirinya dan teman-temannya.

" Alhamdulilah, tentu kami sangat bersyukur dengan kabar gembira ini. Mudah mudahan semua berjalan sesuai dengan yang direncanakan, " ungkapnya saat dihubungi, Senin (14/1).

Dini mengaku sempat sedih lantaran tidak bisa diangkat bersamaan dengan seluruh bidan PTT se-Indonesia. Namun, berkat perjuangan dan perhatian pemerintah, rasa sedih itu kini berujung bahagia.

"Pokoknya senanglah, akhirnya kami diangkat jadi CPNS, " tandasnya.

Masih ditambahkan Yes Isman, agar ke 31 bidan ini percaya dan menunggu proses dan jika ada pungutan laporkan saja ke nomor pengaduan  yang sudah dibagikan ke BKD maupun Sekda.

"Mereka Tenaga kesehatan ini tersebar di beberapa desa sebagai bidan desa  dan nantinya setelah diangkat CPNS tidak bisa pindah kalau belum 5 tahun bertugas", pungkasnya.