Per Hari Hanya 60 Angkutan Barang Yang Masuk Jembatan Timbang, Ada Apa?


Jembatan Timbang per Agustus terapkan sanksi over loading dan over dimension. waktoe/ ihsan abdulah nusantara

Jembatan Timbang per Agustus terapkan sanksi over loading dan over dimension. waktoe/ ihsan abdulah nusantara

JAMBI - Siang itu (18/12) petugas UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) Ditjen Perhubungan Darat, Direjtorat prasarana Transportasi Jalan Kementrian Perhubungan kab Muaro Jambi di bantu jajaran kepolisian memasukan angkutan barang masuk ke areal jembatan timbang KM 38 Bukit Baling, Muaro Jambi untuk diperiksa beban muatan, dimensi angkutan. Tidak hanya itu saja tetapi juga beberapa sopir dilakukan test urine untuk mendeteksi pemakaian Narkoba. Muaro Jambi, 18 Desember.

Kesadaran angkutan barang masuk ke jembatan timbang KM 38 Bukit Baling, Muaro Jambi sangat memprihatinkan. Dari ribuan angkutan barang hanya sekitar 60 angkutan barang yang bisa dipaksa masuk ke jembatan timbang.

Hal ini disampaikan Bahtiar Ali dan Marjoko petugas UPPKB yang bertugas di jembatan timbang.

Marjoko mengatakan setiap (24 jam), diperkirakan hanya sekitar 60 angkutan yang bisa kita paksa masuk. Para sopir susah untuk diarahkan masuk, mereka "nembak", menerabas petugas jaga yang mengarahkan untuk masuk.

" Kita tidak bisa mengeksekusi atau mengejar  angkutan yang ngeblong tidak masuk jembatan timbang", ujarnya.

Maka kesempatan kali ini kita ditugaskan untuk memasukan angkutan barang meskipun hanya sebentar bersama pihak kepolisian. Hal ini untuk mengetahui dimensi dan muatan barang atau "stopodol" (Stop over dimension & over loading).

Upayanya setelah angkutan barang masuk jika terdapat pelanggaran kita tilang, untuk muatan yang lebih kita peringatkan dan untuk over dimensi setelah kita ukur panjang angkutan maka kita kasih tanda "potong disini".

"Teknis pemotongan diperingatkan aja, untuk eksekusi oleh pihak-pihak terkait, yaitu dari  kementrian perhubungan darat dengan pihak pihak lain termasuk kepolisian", tambah Bahtiar Ali.

Kata Bahtiar,  peringatan tersebut sudah dilakukan penilangan dan di buku kir juga ditandai.

Terkait kesadaran angkutan barang masuk timbangan, ditegaskan juga oleh Bahtiar Ali , bahwa angkutan barang tidak ada kesadaran masuk ke jembatan timbangan. Jadi  tindakannya hanya menunggu saja di jembatan timbang.

Ditambahkan, kali ini kita menjalankan tugas dari perhubungan darat untuk melihat kelengkapan angkutan barang termasuk juga test urin.

Untuk mengatasi agar angkutan barang bersedia  masuk, harus dilaksanakan oleh tim terpadu dari Polisi, TNI, Dishub, dengan tim mereka dimungkinkan masuk.

Saat disinggung tentang koordinasi dengan pihak terkait, disampaikan  belum dilakukan. Kegiatan pra operasi lilin dengan agenda ceking kelengkapan dokumen angkutan barang, test urin ini dipimpin langsung Kapolres Muaro Jambi AKBP Adriyanto, didampingi Kabag Ops Kompol Sopirin dan Kasat Lantas Iptu Fidelis yang didungung jajaran LLAJ dan Rumah Sakit Ahmad Ripin yang langsung dipimpin Dr Ilham, Direktur RS Ahmad Ripin.
 

BACA JUGA:

http://waktoe.com/content/pra-operasi-lilin-kapolres-akbp-ardiyanto-pimpin-langsung-pengecekan-langsung-dilapangan

Jembatan Timbang Kini

Penanganan jembatan timbang per 2019 sesuai surat ditjend perhubungan darat no. AJ.007/1/1/DJP/2019 bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menjaga kondisi infrastruktur jalan.

Maka ada alur pengopetasian UPPKB dari mulai kendaraan masuk ke areal, dilakukan pendataan dan regiatrasi kendaraan mulai dari buku kir, STNK, Surat Jalan, SIM, kemudian dilanjutkan pemeriksaan fisik kendaraan dan penimbangan dalam pemeriksaan ini akan diukur dimensi kendaraan.

Dalam pemeriksan jika ada pelanggaran muatan yang melebihi kapasitas maka akan diturunkan muatannya dan apabila  ada pelanggaran dimensi kendaraan akan dilakukan penandaan. Pemberlakukan ketentuan peraturan ini efektif per Agustus 2019.