Potret KRPL Dalam Belenggu Pola Pikir


Kegiatan kelompok wanita tani desa Pandan Lagan kecamatan Geragai dalam program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dinas Ketahanan Pangan Kab. tanjab timur. Waktoe|istimewa

Kegiatan kelompok wanita tani desa Pandan Lagan kecamatan Geragai dalam program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dinas Ketahanan Pangan Kab. tanjab timur. Waktoe|istimewa

JAMBI - Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Tanjung Jabung Timur terus mengupayakan penganekaragaman pangan di masyarakat sesuai dengan program Badan Ketahanan Pangan dengan prioritas Kawasan Rumah Pangan Lestari. Hal ini disampaikan       kabid      konsumsi dan Keamanan Pangan dinas Ketahanan Pangan Tanjab Timur kepada kantor berita waktoe (23/3).

Dibidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai 2019  telah melaksanakan program KRPL, di beberapa titik dengan kegiatan pemanfaatn pekarangan diseputar rumah dan lahan tidak produktif.

Hal ini disampaikan oleh Noning Retmila kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, kepada kantor berita waktoe (23/3). Lokasi kegiatan diantaranya di kecamatan Berbak, Rantau Rasau, Mendahara Ulu.

Kegiatan pemanfaatan pekarangan diseputaran rumah masyarakat dan lahan yang  tidak produktif dikelola oleh ibu rumah tangga, yang bertujuan untuk konsumsi rumah tangga.

Noning Retmila, kabid Konsumsi dan keamanan pangan Dinas Ketahanan  Pangan menambahkan, ibu rumah tangga dalam wadah Wanita Tani, sudah terdaftar di sistim informasi terpadu dan kegiatan ini sangat berguna membantu pemenuhan gizi masyarakat.


KEGIATAN INI MENGUNTUNGKAN IBU-IBU KARENA TIDAK BELI CABE, SAYUR DAN MAMPU MENGHEMAT PENGELUARAN HARIAN HINGGA RP. 195.000,- PER BULAN PER KK.


Kata Noning, dalam satu kelompok wanita tani ada 30 anggota, jika per bulan per  keluarga Rp.195.000  yang bisa dihemat maka dengan  30 anggota sudah mampu menghemat Rp. 5.850.000,- perbulan.

Konsep yang dijalankan setiap keluarga memelihara 110 polyback  dengan 11 macam bibit sayuran, hal ini mengacu pada konsep Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

Dengan anggaran dari APBN yang langsung ditransfer ke rekening kelompok wanita tani diperuntukan untuk pengadaan Pupuk, Polyback, Bibit,  Mesin air, Pipa, dan Pemeliharaan.

Ditambahkan Noning, Lokasi 2019, di desa Mencolok, kecamatan Mendahara Ulu,  desa Sungai Dusun, kecamatan Rantau Rasau, desa Pandan Lagan,  kecamatan Geragai desa Telaga Lima  Kecamatan Berbak, desa Jatimulyo kecamatan Dendang, dan Kuala Simbur kecamatan  Muara Sabak Timur.

Anggaran APBN ini terbagi dalam kelompok tahap Pengembangan mendapatkan 15 juta rupiah,  Penumbuhan Rp. 65.000.000,-  tahun 2019 ada 20 kelompok wanita tani yang mendapatkan, terdiri dari  6 kelompok pengembangan, 10 penumbuhan dan sisanya 4 kelompok mendapatkan dari bantuan bibit dari APBD kabupaten.

Ada beberapa kendala yang dihadapi, keluh Noning, diantaranya kendala,  Banjir,  dan yang berat adalah Pola pikir masyarakat yang   lebih  memilih pekerjaan yang lain, padahal (ini pekerjaan rumah).

"Keberlangsungan kegiatan ini  harus disampaikan melalui laporan setiap bulan ke pusat,   dan permasalahan utamanya  90 persen ada disektor sustainability," Pungkasnya.

Catatan kantor berita waktoe, dalam rangka mempercepat penganekaragaman pangan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, Badan Ketahanan Pangan (BKP) telah melaksanakan kegiatan startegis dan prioritas yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sejak tahun 2015.

Kegiatan KRPL merupakan model pemanfaatan setiap jengkal lahan termasuk lahan tidur, lahan kosong yang tidak produktif pada pekarangan, sebagai penghasil pangan serta memenuhi pangan dan gizi keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Kegiatan KRPL juga dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah stunting,  Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), penanganan wilayah rentan rawan pangan dan pengembangan daerah perbatasan.

Pada KRPL yang mendukung kegiatan Bekerja, akan diberikan bantuan ternak unggas dan sarananya untuk peningkatan produksi ternak unggas melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan peningkatan konsumsi pangan dan gizi.

Tujuan Kegiatan KRPL yaitu : 
1. Memberikan acuan pelaksanaan teknis kegiatan KRPL di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota maupun penerima manfaat sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
2. Meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi berbagai pihak dalam pengelolaan kegiatan KRPL.
3. Meningkatkan akses pangan dan produksi ternak untuk peningkatan konsumsi pangan dan gizi.

Sasaran kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari Tahun 2015 – 2019
Tahun 2015     :  4.410 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2016     :  2.894 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2017     :  1.305 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2018     :  2.300 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2019     :  2.300 Kelompok Wanita Tani