Pra Operasi Lilin, Kapolres AKBP Ardiyanto Pimpin Langsung Pengecekan Langsung Dilapangan


Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto melakukan pengecekan fasilitas dilapangan jelang operasi lilin, salah satu titik yang dicek adalah jembatan timbang KM 38 Bukit Baling, Muaro Jambi. waktoe/ Ihsan abdulah

Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto melakukan pengecekan fasilitas dilapangan jelang operasi lilin, salah satu titik yang dicek adalah jembatan timbang KM 38 Bukit Baling, Muaro Jambi. waktoe/ Ihsan abdulah

JAMBI -  Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto memimpin langsung pengecekan dilapangan jelang pelaksanaan operasi Lilin.  SatLantas serta Dishub kabupaten Muaro Jambi, tiba tiba menghentikan mobil angkutan barang yang melintas dijalan Muara Jambi - Merlung. Tepatnya di KM 38  jembatan timbang Muaro Jambi. Mobil angkutan barang yang melintas di minta masuk ke jembatan timbang dan memarkir mobilnya, selanjutnya para sopir diminta untuk test urine ditempat. Muaro Jambi, 18 Desember.

Para sopir banyak yang kaget lantaran disuruh masuk, karena selama ini mereka engan masuk ke jembatan timbang. Banyak yang memperkirakan razia lantas, atau penertiban biasa. Namun ternyata ada uji muatan dan dimensi angkutan dan yang lebih kaget ternyata ada pemeriksaan kesehatan dan test urin untuk mendeteksi pemakaian narkoba. Test Urine hanya untuk sopir, bagi Co Ass/kenek tidak diminta test urine.

Kekagetan ini berdampak banyak sopir yang tensinya tinggi saat diperiksa oleh tim kesehatan. Melihat hal tersebut Kapolres AKBP Ardiyanto sampil menepuk nepuk pundak sopir, agar rilek.

Sambil mengajak ngobrol para sopir saat menjalani pemeriksaan kesehatan maupun urine, Kapolres juga memberikan saran saran agar para sopir tertib berlalulintas dan jika ngantuk agar beristirahat jangan memaksakan diri.

Kedatangan Kapolres AKBP Ardiyanto dalam kegiatan uji petik, pra operasi lilin  di Jembatan timbang KM 38 Bukit Baling untuk melihat langsung kondisi angkutan barang baik dari sisi dimensi maupun muatan.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres AKBP Ardiyanto dihadapan awak media mengatakan, pengecekan langsung dilakukan dalam rangka pelaksanaan operasi lilin yang akan dilaksanakan dari 23 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020.

Cek lapangan ini untuk mengetahui peralatan cek angkutan barang baik dari sisi bobot/muatan hingga dimensi kendaraan. Hal ini untuk menhindari kecelakaan lalulintas, maka kita peringatkan yang melanggar baik bobot maupun dimensi dan kita akan undang pengusaha transportasi untuk membenahinya.

"Kita bekerjasama dengan stakholder, mulai dari Dishub, TNI, Instansi lain dan Pramuka untuk memastikan jalur lintas Sumatera ini aman", jelasnya.

Kata Kapolres, adanya test urin bagi sopir kali ini juga untuk memastikan agar sopir tidak memakai narkoba, karena jika ada sopir yang memakai sangat membahayakan lalulintas.

Kali ini memang hanya sebagian, sekitar 10 yang kita test urin, namun akan kita lanjutkan  pada saat operasi nanti. Kita kerjasama dengan RSUD Muaro Jambi dan Satnarkoba Polres Muaro Jambi.

" Hasil dari test urin terhadap 10 sopir angkutan barang, semuanya negatif jadi mereka bebas narkoba", ujarnya.

"Sementara terkait uji dimensi (panjang kendaraan) yang tidak sesuai kita kasih tanda di kendaraan dan tertulis "potong disini", nanti kita akan surati pengusahanya untuk dilakukan penyesuaian", pungkasnya.



Pada kesempatan yang sama Kasat Lantas Iptu Fidelis Gulo kepada Kantor berita waktoe menambahkan bahwa kegiatan ini bagian dari prakondisi operasi lilin yang akan segera dilaksanakan.

Terkait operasi lilin, dengan perintah Kapolres kita sudah lakukan cek dari perbatasan Palembang hingga Tanjung Jabung Barat / Merlung, kita petakan daerah daerah rawan baik rawan kecelakaan atau macet.

"Kita antisipasi dengan mendirikan pos pos pelayanan dan pantauan di beberapa titik untuk pengamanan lalulintas natal dan tahun baru", pungkasnya.

Sementara itu, pemeriksaan kesehatan dan test urin dilakukan oleh petugas dari Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Ripin yang dipimpin langsung Dr Ilham, Direktur RSUD Ahmad Ripin.

Dalam kesempatan tersebut Dr Ilham mengatakan bahwa test urin hanya sebagai sample saja, jadi sekitar 5 hingga 10 sopir secara acak yang kita periksa.

"Hasil dari test urin nanti kita sampaikan ke Mapolres Muaro Jambi untuk ditindaklanjuti", ungkapnya.

Sementara pemeriksaan kesehatan setelah kita lakukan jika terdapat masalah kesehatan bagi sopir kita sampaikan saat itu termasuk rekomendasi agar beristirahat.

" Dari pihak kepolisian ternyata jug menyiapkan beberapa suplemen/vitamin untuk diberikan ke sopir", pungkasnya.

Salah satu pengemudi yang kendaraannya mendapatkan tanda harus dipotong, mengatakan, kekecewaanya. "Mas ongkos angkutan disesuaikam dengan volume muatan, jika harus dipotong nanti gak ketemu, kita rugi", keluhnya.

Saat ditanya apakah kaget?, sebetulnya gak kaget kalau disuruh masuk jembatan timbang, karena setiap kali lewat saya masuk. Yang kaget ya, atas test urin dan pemeriksaan kesehatan, ditambah kendaraan kita di kasih tanda untuk dipotong.

Diketahui, dalam beleid UU no 22/2009 tentang LLAJ psl 169 bahwa pengemudi dan/atau perusahaan angkutan barang wajib mematuhi tatacara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan dan kelas jalan. Stopodol (over dimension & overloading)