Produksi Turun 70 Persen, PKS Hanya Produksi 2 Hari Sekali


Produksi sawit menurun hingga 70 persen disaat wabah pandemi Covid 19. Waktoe | Ihsan

Produksi sawit menurun hingga 70 persen disaat wabah pandemi Covid 19. Waktoe | Ihsan

JAMBI - Imbas Virus corona juga menyasar pada pabrik kelapa sawit, salah satu PKS di Tanjab Timur termasuk yang kena imbas dari covid 19. Tanjab Timur, 30 Maret.

Hal ini disampaikan AUN Manager Operasional PT. SGAM kepada kantor berita waktoe (30/3) melalui sambungan selulernya. AUN menjelaskan  produksi sawit hanya bisa dilakukan per dua hari sekali, inipun hanya sekitar 6 jam produksi dalam sehari.

"Kita mengalami penurunan drastis, hanya sekitar 30 persen kita bisa produksi. Maka banyak karyawan yang tinggal dirumah, jika tidak penting-penting amat mereka tidak ke pabrik," Ungkapnya.

Masih kata AUN, untuk harga sawit sekarang berkisar Rp.1.500,- hingga 1.600,-  pun, buahnya susah.

Terkait adanya wabah virus Corona  kita menjalankan sesuai SOP dan anjuran pemerintah dengan cara menjaga jarak. Pekerja sesuai anjuran jarak dipelihara, Itulah yang harus kita lakukan. Jadi kita sesuai anjuran  cuci tangan dan memakai  masker. Ditambah kita adakan deteksi suhu badan.

Kata AUN, Deteksi suhu badan juga kita lakukan terhadap Truck Sawit yang masuk. "Jarak pintu masuk kan jauh tuh, jadi mereka juga cuci tangan dan kita periksa suhu badan dengan laser", jelasnya.


DIKALKULASIKAN TRUCK SAWIT YANG MASUK HANYA 5 TRUCK PERJAM. KALAU NORMAL MUNGKIN BISA KETETERAN


Produksi pabrik yang turun berbanding lurus dengan produksi buah segar yang diperoleh petani dilingkungan pabrik. Bukan karena efek virus corona tetapi karena buah baru trek.

Salah satu pemilik kebun di desa Simpang Kiri menyebutkan, jika musim normal per hektar hasilnya lumayan tetapi kondisi sekarang karena musimnya trek maka hanya separuh yang didapatkan.


BACA JUGA :

  • http://waktoe.com/content/romi-hariyanto-nyatakan-tanjab-timur-siap-lockdown
  • http://waktoe.com/content/menunggu-masker-janji-dinkes-untuk-tkbm-pelabuhan-sabak-ternyata

Lindungi Tenaga Kerja, Ada Anjuran Disnakertrans

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Tanjung Jabung Timur telah mengeluarkan surat edaran ke perusahaan swasta. Hal ini disampaikan Mariontoni Kadisnakertrans kab. Tanjab Timur, Kita sudah sampaikan edaran ke perusahaan, untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan pencegahan. untuk pemantauan sendiri kita lakukan bersama dengan pengawas dari provinsi Jambi.

Sesuai surat edaran dari kementrian Tenaga Kerja, tertanggal 17 Maret 2020 dalam upaya pencegahan dan keberlangsungan usaha. Maka perusahaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan  pelaksanaan UU terkait Keselamatan Kesehatan Kerja (K3). Perusahaan juga memiliki kewajiban untuk antisipasi penyebaran Covid 19, dengan pencegahan seperti hidup sehat dan bersih dengan integrasi panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3) dan optimalisasi pelayanan kesehatan kerja.

Perusahaan dalam hal ini juga diminta membuat skenario kesiapsiagaan menghadapi pandemi Covid 19 untuk memperkecil resiko penularan ditempat kerja dan menjaga kelangsungan usaha. Dan kepada pekerja atau pimpinan yang terpapar covid 19 dilakukan langkah penanganan sesuai standart kesehatan dari Kemenkes.

Lebih lanjut Mariontoni, menyampaikan edaran dari menteri Tenaga Kerja RI di pertegas dengan surat edaran dari Disnakertrans kab. Tanjab Timur.

Disamping meneruskan edaran tersebut  kita juga sampaikan mempertegas lagi mengrnai pengupahan dimana bagi pekerja yang dikategorikan ODP covid 19 yang tidak dapat masuk kerja selama 14 hari maka upah dibayar penuh. Begitu juga  bagi yang kategori suspect covid 19 juga dibayar penuh selama masa isolasi/karantina.

Untuk yang sakit maka dibayar berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan untuk perusahaan karena melakukan pembatasan kegiatan usaha akibat covid 19, sehingga pekerja tidak masuk kerja, dengan memperhatikan keberlangsungan usaha besaran maupun pembayaran upah dilakukan berdasarkan kesepakatan pengusaha dan pekerja.