Saat Lantik Pejabat, Bupati Romi: Para Camat  Tolong Jelaskan Soal Jalan Provinsi Yang Rusak.


pelantikan pejabat eselon III dan IV oleh bupati Romi Haryanto. waktoe/ Ihsan Abdulah Nusantara

pelantikan pejabat eselon III dan IV oleh bupati Romi Haryanto. waktoe/ Ihsan Abdulah Nusantara

JAMBI - Bupati Romi Haryanto senin pagi (24/6) dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan  pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas dilingkungan pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur  provinsi Jambi (Pejabat Eselon III  dan IV ) di halaman rumah dinas bupati namun ada satu pejabat eselon II yang terlambat dilantik karena harus mendapat persetujuan mendagri. Jabatan eselon II tersebut dijabatan kepala dinas Kependudukan  dan Catatan Sipil yang dijabat oleh Aruji.  sedangkan untuk eselon III dan IV  sejumlah 141 pejabat. Tanjab Timur, 24 Juni.

Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Haryanto didampingi wabup Robby Nahliansyah dan beberapa kepala OPD dalam muqodimah pelantikan mengatakan secara resmi melantik saudara dalam jabatan baru di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

"Saya  percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi", tegas Romi.

Ditambahkan Romi dalam sambutannya, merasa bangga kepada pejabat yang baru dilantik dan diberikan amanah.

"Saya bangga kepada saudara-saudara yang pada hari ini di lantik. Intinya selamat atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang berada di pundak saudara-saudara", ujarnya.

Kata Romi, saudara mampu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan,  rotasi maupun pergantian jabatan dalam lingkungan itu merupakan hal yang biasa jangan disalahartikan.

"Saya  yakin bahwa saudara-saudara mampu untuk melaksanakan tugas tersebut membuktikan bahwa kami tidak sia-sia tidak salah untuk memberikan amanah", katanya.

Tambah Romi,  yang saat ini saudara pikul terutama sekali pada zaman sekarang ini beban kerja saudara tentu akan lebih sangat besar. Dan tentu akan jadi perhatian saya dan saya berpesan bagi para camat untuk menghadapi masyarakat tahan emosi apalagi saat ini ini melihat kondisi mungkin di setiap kecamatan sudah tahu kondisinya.

Persoalan infrastruktur yaitu jalan, masyarakat tidak mau tahu walaupun itu jalan provinsi dia ingin nonton apa yang diinginkan jalan yang bagus, itu tugas  Camat juga untuk memberikan perhatian dan pemahaman kepada masyarakat atau sedang terjadi di Kabupaten ini.

Disamping kemampuan keuangan kita yang tidak memungkinkan,  kita melihat sekarang masyarakat selalu membandingkan 10 tahun yang lalu, 5 tahun yang lalu jalan masih bagus.

Karena peningkatan ekonomi masyarakat  saat ini, mulai panen hasil bumi, baik pinang, sawit, kelapa dalam dan kita tidak mungkin membatasi muatan truck yang mengangkut hasil bumi.

Kita  berada dalam posisi yang dilematis ini, saya minta para Camat harus bersikap bijak  disetiap Kecamatan,  saudara-saudara tentunya banyak yang  kalian pikir di samping itu juga meminta kepada para Camat tolong istrinya aktif dalam berbagai kegiatan.

Momen yang jadi perhatian saat pelantikan bupati Romi Haryanto melakukan gurauan,  dimana jika ada yang pingsan SK di tarik, begitu juga dia meminta wabup Robby Nahliansyah untuk membantu memasang tanda jabatan kepada para pejabat yang dilantik.

Dihadapan media, harapannya  dengan pelantikan pejabat baru, tentu dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan yang paling penting sekali bahwa rotasi dalam hal itu hal yang biasa tentu harapan kita dapat meningkatkan pelayanan dan pemindahan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka dapat dilaksanakan lebih baik.

Sementara itu, Edi Irianto, kabid Bina Marga Dinas PUPR Tanjab Timur menjelaskan kepada kantor berita waktoe kondisi infrastruktur di wilayah Tanjab Timur  yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi.

Raden Edi Irianto mengatakan,  infrastruktur  terkait kewenangan dengan provinsi maupun kabupaten, untuk provinsi mulai dari PAL 10 jalan Baru kota Jambi sampai Rasau.

Jika kita tilik jalan dititik WKS sudah dibangun dan akan berkelanjutan. Saat ini masih proses lelang meski akan dilanjut yang kemungkinan besar berupa aspal hal ini terkait anggaran. Sedangkan yang di Nibung dilanjut lagi sampai kantor camat Rantau Rasau. Jika di hitung dari Nipah ke Rasau kewenangan milik provinsi sekitar 10 KM.  Jadi beberapa titik yang menjadi kewenangan provinsi ini sudah proses lelang namun kita tidak tahu besaran volumenya, meskipun belum  secara total dapat dibangun di 2019. 

Terkait dengan pesan bupati ke para  camat agar masyarakat tahu kewenangan. Meskipun disisi lain pihak kabupaten terus mengusulkan agar cepat diperbaiki.  Dan, jalan di kabupaten Tanjab Timur yang menjadi kewenangan  provinsi  yang telah direalisasi pembangunannya termasuk besar dan lebih besar dibanding kabupaten lain.

Jika dihitung insfrastruktur  berupa jembatan sudah semuanya dibangun, jadi  Pemerintah kabupaten  tidak tinggal diam, karena  usulan kita sudah masuk di Musrenbangkab, dan masuk pula di Bappeda provinsi, semua ini tidak lepas dari pengawalan anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Tanjab Barat dan Tanjab Timur. Dan, harapannya di 2020 sudah tuntas.