Sarasehan Kominfo, Nitizen Diminta Viralkan Berita Baik


Sarasehan admin medsos di pendopo Monumen Juang 45 Klaten, waktoe/poll

Sarasehan admin medsos di pendopo Monumen Juang 45 Klaten, waktoe/poll

SOLO - Para netizen diminta menviralkan informasi yang bernilai kebaikan dan  bermanfaat bagi masyarakat. Pesan media sosial tidak selalu harus dihiasi berita-berita yang jelek yang lebih menarik lalu menjadi viral di tengah masyarakat.  Masih banyak berita - berita baik yang bisa diviralkan. Klaten, 27 Nopember.

Pesan itu disampaikan admin media sosial Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten, Kurnia Yoga di acara Sarasehan Penggiat Media Sosial Se- Kabupaten bertempat di Monumen Juang 45 Klaten, Senin malam (25/11/19).  

Acara yang diadakan Dinas Komunikasi Informatika Klaten itu dihadiri 41 penggiat medsos Klaten seperti Info Seputar Klaten (ISK), Info Cegatan Klaten (ICK), Info Seputar Wedi, Sedulur Klaten Bersinar (SKB), Kabar Klaten, Relawan Semut Geni termasuk Asisten Administrasi Umum Sri Winoto.

“Admin medsos perlu juga mengedukasi masyarakat. Sebab  admin medsos OPD itu hanya bisa menangani aduan sesuai kewenangannya.  Misalnya jalan nasional yang berlubang yang diadukan masyarakat.  Dinas PUPR Kabupaten gak bisa menangani, karena setiap jalan ada kewenangan dan statusnya.  Jadi tidak semua jalan bisa ditangani Dinas PUPR, biar pun jalan itu berada di wilayah Kabupaten Klaten” jelas Yoga.

Admin medsos Dinas PUPR yang aktif di akun @PUPRklaten ini menambahkan netizen juga perlu menviralkan pesan kebaikan.  Tidak selalu yang viral itu berita yang jelek.  

Yoga mengkritisi, postingannya di akum twitter PUPR tentang Klaten yang meraih Juara 2 Anugerah Pesona Indonesia (API) kategori Situs Sejarah yang Terpopuler beberapa waktu lalu.

"Follower tidak ada comment.  Tapi justru kanopi yang runtuh yang malah viral," Singgungnya.

Penggiat medsos Relawan Semut Geni Klaten, Wahyudi mengusulkan sarasehan ini bisa direncanakan tematik. Tema  yang dibahas sesuai dengan isu yang berkembang di tengah masyarakat sehingga lebih menarik dan tidak selalu pesan dari pemerintah.

Saat ini warga Klaten yang meninggal karena sengatan Tawon Das (vespa affinis) ada 9 orang.  Admin medsos Klaten siap membantu pemerintah mengedukasi masyarakat.  

Ke depan misalnya menghadirkan pembicara dari SAR atau BPBD tentu, sarasehan ini lebih efektif,  usul Wahyudi.

Komunikasi antar admin medsos yang digagas diskominfo kabupaten Klaten, mendapatkan apresiasi dari admin medsos, dengan kehadiran mereka sebagai bukti tentang hal tersebut.