SDN 19 Alang alang Mendidik Ditengah Asa


sdn 19 alang alang, muara sabak timur kab Tanjab Timur.waktoe/istimewa

sdn 19 alang alang, muara sabak timur kab Tanjab Timur.waktoe/istimewa

JAMBI -Satu guru berstatus PNS yang juga sebagai Kepala Sekolah, yang dimiliki SDN 19 Alang Alang. Darurat guru PNS  sangat dirasakan di sekolah dasar milik pemerintah ini, yang terletak dikecamatan Muara Sabak Timur. Sabak, 14 Januari.

Berada di daerah plosok membuat Sekolah Dasar Negeri 19 Alang alang seperti terisolir dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Sebanyak 147 anak didik sekolah dasar yang terletak di desa Alang Alang, kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim ini hanya memiliki sembilan guru untuk mengajar termasuk kepala sekolah.

Para guru yang mengajar murid-murid di SD negeri 19 sebagian besar adalah para guru honorer, dan hanya ada satu guru yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Sekolah SD negeri 19 Alang Alang, Desmiarti saat di jumpai di komplek Sekolah, Jumat (11/1).

Kata Desmiarti, Satu orang berstatus PNS tersebut adalah kepala sekolah, ya, saya sendiri, sementara sisanya merupakan murni tenaga guru honorer.

Tidak hanya persoalan tenaga pendidik, bangunan gedung dan lingkungan SD negeri 19 Alang alang juga butuh sentuhan pembangunan dari pemerintah.

Selain sudah mulai usang, SD negeri dengan 6 rombel tersebut hanya memiliki 5 kelas, sehingga satu rombel yang tersisa harus rela bergantian masuk pagi dan siang.

Wanita yang sudah mengabdi selama 20 tahun di SD negeri 19 Alang Alang ini berharap, selain dapat dilakukan pembangunan gedung sekolah, pemerintah juga diminta dapat membantu menambah jumlah tenaga PNS yang berasal dari putra dan putri daerah setempat, dengan tujuan agar dapat betah mengajar.

"Jarak tempuh ini sangat penting, bagi guru agar mereka betah mengajar, apalagi warga setempat", ujarnya.

Saya juga berharap jika ada pengangkatan guru PNS tolong guru honorer diutamakan. Mereka ini sudah berjuang mengabdi cukup lama. Bahkan sering guru honorer disini mendampingi lomba sampai ke Jambi, bahkan hingga tingkat nasional (lomba pidato bahasa Indonesia, Red). Jadi kami pun berani bersaing dengan sekolah sekolah lainnya meski dengan berbagai keterbatasan.

Saat disinggung peran Dinas Pendidikan, Desmiarti dengan sedikit menghela nafas berharap Diknas bersedia turun ke Lapangan melihat sekolahnya. Siapa tahu kemudian ada upaya untuk merehab dan memperbaikinya.

Sekolah disini sudah mengalami regrouping karena ada dua sekolah di satu desa dan Madrasah yang tutup juga, jadi tinggal SDN 19 Alang Alang.

Kekurangan guru Sekolah dasar berstatus Aparatur sipil negara tersebut membuat Pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur harus segera berbenah dan mencari solusi, apalagi di tengah tuntutan kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan  kekinian.