Sedot Ribuan Wisatawan, Event PBTY Harus Masuk Kedalam 100 COE Kemenpar


Salah satu peserta Jogja Dragon Festival PBTY XV. (Ratih/waktoe.com)

Salah satu peserta Jogja Dragon Festival PBTY XV. (Ratih/waktoe.com)

Waktoe.com - Lembaga Pengembangan   Pendidikan Promosi Pariwisata dan Kebudayaan Nusantara (P3PKN) meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) agar dapat memberi dukungan sepenuhnya terhadap event-event  yang berkualitas di Yogyakarta, seperti Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang menjadi magnet wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik untuk berbondong-bondong berkunjung ke Yogyakarta.

"Dan PBTY adalah event yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, kita bisa melihat dari animo masyarakat yang tahun lalu sampai rela bertahan di derasnya hujan. Menurut saya itu sangat luar biasa," ungkap Ketua P3PKN, Ridwan, Minggu (2/2/2020) dalam siaran pers tertulisnya.

Bahkan menurut Ridwan event PBTY ini pantas dikatakan event yang besar, berkualitas dan konsisten dalam pelaksanaannya hingga bertahan 15 tahun. "Karena selain memberikan hiburan terhadap masyarakat event PBTY ini juga mengakomodir dan memberikan ratusan lapak usaha terhadap UMKM," tandasnya.

Sementara itu, Humas PBTY XV tahun 2020, Subekti pada kesempatan yang sama mengatakan, seharusnya dibawah kepemimpinan Wisnutama, Kemenparekraf bisa lebih memberi dukungan positif terhadap event seperti PBTY.

"Karena event ini konsisten, bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, dan dapat mendongkrak pariwisata Indonesia. Memang beberapa tahun lalu kami pernah mendapat dukungan," kata dia.

Diakui dirinya, seluruh warga Yogyakarta masih berharap besar, bahwa event PBTY dapat masuk dalam 100 kegiatan dalam Calendar Of Event dari Kemenparekraf RI.