Soal Ganti Rugi Jalan, Sekda M Fadhil Arief: Kita Akan Kaji Secara Menyeluruh


Masnah Busro bersama B2PJN IV Jambi. Waktoe/Istimewa

Masnah Busro bersama B2PJN IV Jambi. Waktoe/Istimewa

JAMBI - Pro kontra dalam menyikapi tidak adanya ganti rugi dalam rencana pelebaran jalan untuk pembangunan jalan dua jalur mulai dari Penyengat Olak hingga KM 35 Bukit Baling (28 KM) terua terjadi di warga masyarakat yang Terdampak. Sengeti, 22 Januari. Masyarakat sebagian besar menyambut senang atas rencana pembangunan dua jalur meskipun di sisi lain, tanah mereka harus direlakan tanpa ganti rugi selebar 3 meter sisi kanan atau kiri. Banyak warga menyambut senang dan berharap kota sengeti semakin indah dan maju. Namun warga lain sebetulnya juga merasakan hal yang sama, mereka senang tetapi kalau sama sekali tanpa ganti rugi rasanya sangat berat. Mereka ini kebanyakan terdapat bangunan yang terkena gusur. Mulai dari sebagian rumah, pagar, ruko dan lainnya. Untuk membangun lagi dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sekda M Fadhil Arief mengatakan warga akan rugi jika pelebaran jalan gagal dilaksanakan, karena diperkirakan 5 tahun ke depan jalan ini sudah sangat padat. Dengan kepadatan tersebut tentunya kerawanan jalan akan tinggi. Adanya pro-kontra soal ganti rugi, Sekda pun menyampaikan ini kan tahapan baru pada sosialisasi, jadi dalam sosialisasi tentunya akan banyak masukan masukan dan nanti akan kita kaji secara menyeluruh. "Ada yang iklas ada yang belum, ada bangunan yang terkena, nah itu semua nanti akan dikaji", ujarnya. Diberitakan sebelumnya, bupati Masnah Busro bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Jambi telah melakukan cek lokasi terkait pelebaran jalan dan akan dibangun dua jalur dari desa Penyengat Olak Hingga KM 35 desa Bukit Baling. Namun dalam pembebasan lahan disampaikan bupati warga untuk iklas dan tidak ada ganti rugi.