SOTK Tinggal Tunggu Tanda Tangan Bupati, Sekda: Awal Tahun Akan Dilantik


Sekda kabupaten Muaro Jambi, M Fadhil Arief. foto/ Ihsan

Sekda kabupaten Muaro Jambi, M Fadhil Arief. foto/ Ihsan

JAMBI–Perubahan formasi di Organisasi Pemerintah Daerah kabupaten Muaro Jambi akan segera diumumkan, finalisasinya tinggal menunggu tandatangan bupati. Seperti yang disampaikan sekda M Fadhil Arief (4/12) diruang kerjanya dihadapan awak media menyampaikan ada perubahan besar di sekretariat Pemda. Sengeti, Rabu, 5 Desember.

Perubahan besar ini mengacu pada perubahan nama dan tupoksi bagian bagian di tubuh sekretariat, hal ini mengacu pada OPD yang ada.

Dijelaskan oleh sekda M Fadhil Arief dihadapan media, khusus SOTK ditubuh sekretariat daerah akan membuat tupoksi yang menjangkau seluruh OPD.

“Nanti Kabag akan berubah nama, ini sebagai gambaran dari instansi yang ada disini”, ungkapnya.

Kata sekda, harapannya dengan bagian bagian baru nanti dorongannya semakin kuat, ibarat sepakbola kita akan jadi gelandangnya dan goalnya ada di OPD.

Lanjut Sekda, secara umum yang menduduki jabatan pastinya berdasarkan kemampuan, tapi kita juga melihat sekarang banyak yang tidak linier, dan dengan linier nantinya hasil kerjanya akan lebih.

“Kita ukur berdasarkan skill, kemampuan, insya Alloh untuk eselon II kita lakukan Assessment”, ujarnya.

Sambung sekda, proses penataan berikut nama nama sudah selesai, sekarang ditangan bupati untuk ditandatangani dan Desember ini sudah harus umumkan SOTK nya, namun pelantikannya nanti diawal Januari 2019.

Fingerprint mengukur kedisiplinan

Upaya meningkatkan etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dilakukan,  alat ukur kedisiplinan pegawai pemerintah kabupaten Muaro Jambi di 2019 akan memakai fingerprint. Kedatangan dan kepulangan pegawai nanti akan termonitor dengan keberadaan alat ini.

Meski berbagai opini bahwa fingerprint tidak serta merta akan memberikan dampak yang signifikan terhadap etos kerja namun ini merupakan upaya menuju kedisiplinan.

Disampaikan sekda M Fadhil Arief, fingerprintakan diberlakukan pukul 7 atau pukul 8, jadi pegawai yang melakukan absensi sebelum pukul tersebut tidak bisa. Ini untuk mengantisipasi pegawai yang nakal dimanadimungkinkan ada yang absen kemudian pergi lagi.

“Nanti akan kita monitoring dan kita awasi, kita pelajari kekurangannya seperti apa”, ujarnya.

Kata sekda, kita akan awasi fingerprint dengan kamera, agar tidak ada atau kita bisa pantau mungkin ada yang berupaya merusak alat absen.