Status ODP, Satu Pasien RS Abdul Manaf Meninggal Dunia,


Penanganan jenazah Alm Dedi Susilo (53) sekwan DPRD Muaro Jambi di rumah duka. Waktoe | Istimewa

Penanganan jenazah Alm Dedi Susilo (53) sekwan DPRD Muaro Jambi di rumah duka. Waktoe | Istimewa

JAMBI - Dibalik kematian sekretaris Dewan DPRD Muaro Jambi menyisakan tanda tanya. Pasalnya beliau sebelumnya mendampingi anggota Dewan Kunjungan Kerja ke Yogyakarta. Beredar surat Kematian dari  Rumah Sakit  Abdul Manap Kota Jambi yang menerangkan penyebab kematian Dedi Susilo disebabkan Gagal Jantung, Gagal Nafas, dan termasuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta penurunan kesadaran yang mengarah ke stroke. Muaro Jambi, 25 Maret.

Dedi Susilo (53), belum dilakukan Uji Swab maka belum bisa dikategorikan positive Covid 19. Almarhum  karena dalam riwayat perjalanan sebagai pendamping kunker di Yogyakarta dan Tegal maka di anjurkan semua orang yang pernah melakukan kontak dalam 14 hari kebelakang diharapkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing masing selama 14 hari ke depan dan melakukan test kesehatan.

Tidak hanya anjuran dari direktur Rumah Sakit Abdul Manap, tetapi juga ada anjuran dari Dinkes Kota Jambi yang ditandatangani Afif yang menegaskan dengan adanya kabar duka atas nama Alm. Dedi Susilo selaku Sekwan DPRD Muaro Jambi, Dinkes menegaskan disamping dilakukan isolasi mandiri agar juga memakai masker 24 jam dan mengkonsumsi asupan yang bergizi dan dilakukan pemantauan.

Sementara pernyataan resmi dari  Johansyah Karo Humas Provinsi Jambi yang juga sebagai Jubir Gugus Depan Penanganan Covid19 Jambi, menyatakan untuk kepastian informasi pihaknya masih menghimpun.

"Itu kronologisnya, namun pasien ini belum dilakukan uji Swab, karena status awal orang ke Jawa, gagal ginjal dan mengarah stroke," jelasnya.

BACA JUGA:

http://waktoe.com/content/dedi-susilo-sekwan-muaro-jambi-tutup-usia

Dari laporan Kadinkes Provinsi Jambi pada Selasa (24/3) pukul 23.00 ada penambahan 3 pasien, yakni 2 Orang dalam pemantauan (ODP) dan 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dari data itu, kata dia seorang pria berusia 53 tahun, punya riwayat perjalanan ke Jawa. "Khusus untuk riwayat ini sedang kita inventarisasi, jadi sebelumnya beliau memang ODP," jelas Johansyah.

Pria ini sudah dirawat di RS Abdul Manap Kota Jambi. "Dengan keterangan awal berdasarkan diagnosa surat jalan RS Abdul Manap almarhum menderita gagal jantung, dan susah bernapas, penurunan daya tahan tubuh mengarah ke stroke," bebernya.

Yang jelas kata Johan, untuk pasien yang positif corona di Jambi sebelumnya tetap diberikan kewaspadaan. "Artinya orang yang ikut, harus dilakukan contact tracking," tandasnya